LDII DIY Bekali Santri Keterampilan Tanggap Darurat Henti Napas dan Henti Jantung

LDII DIY
Santri naungan LDII DIY dibekali keterampilan tanggap darurat henti napas dan henti jantung, Minggu (22/6).

Bantul (24/6). Dalam upaya membekali generasi muda dengan keterampilan penyelamatan nyawa, Biro Pengabdian Masyarakat DPW LDII DIY menyelenggarakan kegiatan Penanganan Kegawatdaruratan dan Implementasi Bantuan Hidup Dasar Bagi Santri Pondok Pesantren naungan LDII. Acara ini digelar di kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Jetis, Bantul, Minggu (22/6).

Pembekalan keterampilan diikuti sekitar 90 santri dari tiga pondok pesantren yakni Pondok Pesantren Nur Aisyah, Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam, dan Pondok Pesantren Al-Barokah.

LDII DIY
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin memberikan sambutan pada pembekalan tanggap darurat bagi santri naungan LDII DIY.

Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk santri yang sigap dan siap membantu sesama dalam situasi darurat, terutama di lingkungan mereka sendiri. “Kami ingin membekali para santri agar mereka memiliki keahlian dasar pertolongan pertama, sehingga mampu memberikan bantuan awal kepada teman atau orang lain yang mengalami kecelakaan atau henti jantung secara tiba-tiba,” ujarnya.

Acara diawali dengan tausiyah oleh Kepala Pondok Pesantren Nur Aisyah, KH Ummar Hamdan, yang menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi LDII dalam membina generasi muda agar menjadi generasi yang profesional-religius. Santri tidak hanya faham dalam ilmu agama, tetapi juga faham dalam menghadapi situasi tak terduga seperti kecelakaan penyebab henti napas dan henti jantung.

“Santri harus mampu menjadi agen penyelamat, tidak hanya secara spiritual tetapi juga fisik,” tuturnya.

LDII DIY
Para santri saat mempraktikkan keterampilan tanggap darurat.

Materi utama disampaikan oleh Deby Zulkarnain Rahadian Syah yang merupakan praktisi di bidang kegawatdaruratan. Ia memaparkan teori dan praktik penanganan korban pasca kecelakaan yang diterangkan dalam materi Danger, Response, Circulation, Airway & Breathing (DRCAB).

Dalam pemaparannya, Deby menekankan bahwa kejadian henti napas dan henti jantung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk remaja dan anak-anak. “Kasus ini sering kali terjadi di rumah, bahkan bisa saja di lingkungan pondok. Karena itu, para santri perlu dibekali kemampuan ini agar dapat bertindak cepat dan tepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, DPW LDII DIY berharap santri LDII memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat medis. Diharapkan pula, para peserta dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-teman di pondok masing-masing, sehingga tercipta lingkungan pesantren yang lebih siaga dan peduli terhadap kesehatan dan keselamatan bersama. (*/Rivaldy)

Check Also

Remaja LDII Ponjong

Remaja LDII Ponjong Raih Prestasi Pada PORDA DIY XVII

Gunungkidul (27/12). Remaja PC LDII Ponjong meraih prestasi pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *