
Yogyakarta, (20/8) — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menandatangani Nota Kesepakatan dengan EcoPesantren Pondok Pesantren Gadingmangu terkait Pendidikan, Pelatihan, Pengabdian Masyarakat, serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Bidang Pengelolaan Lingkungan.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan perguruan tinggi dengan pesantren untuk membangun kesadaran, kapasitas, dan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi dengan lembaga pesantren yang selama ini menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan program pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM, dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai religius. “Pesantren adalah pusat pembentukan karakter luhur generasi muda. Dengan kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan program pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Ketua EcoPesantren Pondok Pesantren Gadingmangu, Nurul Firdaus, S.Pd., M.M., menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, konsep EcoPesantren yang sudah berjalan akan semakin kokoh dengan dukungan akademisi dan praktisi Fakultas Kehutanan UGM. “Kami percaya, kolaborasi ini akan membawa manfaat nyata bagi santri, masyarakat sekitar, dan lingkungan yang kita kelola bersama,” ungkapnya.
Ruang Lingkup Nota Kesepakatan
Ruang lingkup nota kesepakatan meliputi pendidikan dan pelatihan lingkungan, penelitian bersama, program pengabdian masyarakat, hingga penguatan kapasitas SDM dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Kerja sama juga mencakup pengembangan materi ajar lingkungan bagi santri dan ustadz-ustadzah, serta membuka peluang bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM untuk magang, penelitian, atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pondok Pesantren Gadingmangu yang berlokasi di Perak, Jombang, Jawa Timur.
Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU, ikut mendorong terjalinnya kerja sama. Selama ini, Dosen Fakultas Kehutanan UGM tersebut dikenal aktif menginisiasi berbagai program lingkungan melalui LDII, seperti Kyai Peduli Sampah, Jugangan ing Omah, Sampah dari Jariyah, serta perintisan Kampung Proklim Sangurejo. Baru-baru ini, ia juga mendorong rintisan Kampung Proklim Kembang di Kulon Progo.
“Atas nama LDII DIY, kami sangat mendukung langkah Fakultas Kehutanan UGM bersama EcoPesantren ini. Pesantren memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model sinergi antara akademisi, ormas, dan pesantren untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan,” tutur Atus.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta