LDII DIY Siap Tindak Lanjuti Hasil Rakornas untuk Percepatan Asta Cita

LDII DIY
Jajaran pengurus DPW LDII DIY yang hadir pada Rakornas III DPP LDII di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Kiri ke kanan: Ketua Biro PUP Mulyono, Sekretaris Gatot Wardoyo, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, Ketua Biro Penamas Deby Zulkarnain.

Jakarta (26/8). Jajaran pengurus DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri Rakornas III DPP LDII di Grand Ballroom Minhajurosyidin, Jakarta. Kegiatan selama tiga hari pada 22-24 Agustus 2025 tersebut dengan fokus materi kebangsaan, pendidikan, dan kesehatan.

Pengurus DPW LDII DIY yang hadir di antaranya Ketua Atus Syahbudin, Sekretaris Gatot Wardoyo, Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) Mulyono serta Ketua Biro Pengabdian Masyarakat (Penamas) Deby Zulkarnain Rahadian Syah.

Pada kesempatan itu, DPW LDII DIY berkesempatan melaporakan progres kegiatan yang sudah dijalankan. “Di DIY sudah terdapat lembaga pendidikan KBTK, SD, SMP dan SMA. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan lansia berbasis masjid dan menyukseskan kerja bersama bakti untuk negeri memperingati HUT ke-80 RI. Kerja bakti dilakukan serentak di tingkat PC dan PAC dengan membersihan lingkungan sekitar, saluran got, selokan, dan perbaikan jalan,” papar Atus.

Pada materi pendidikan, DPP LDII memperkuat melalui Biro PUP untuk mewujudkan institusi pendidkan di bawah naungan LDII. Diketahui, saat ini sudah mulai tumbuh secara masif kurang lebih 243 lembaga yang terdiri dari KBTK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

“Untuk meningkakan kualitas dari para pendidik akan diselenggarakan penguatan dan peningkatan kapasitas untuk guru dalam impelementasi bimbingan konseling,” kata Deby Zulkarnain.

Selain itu juga terdapat program pembentukan Tim Pencegahan, dan Penanganan Kekerasan atau TPPK di sekolah, dan menstandarisasi unit kesehatan sekolah maupun pondok dalam bentuk Poskestren.

Pada materi kesehatan, Biro Penamas didorong untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten dalam rangka percepatan program pemerintah untuk asta cita bidang kesehatan. “Masalah stunting juga disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga dr. Lovely Daysi untuk dapat dilakukan edukasi kepada remaja putri terkait dengan gizi seimbang yang merupakan bagian bentuk pencegahannya,” ungkap Deby.

Pada materi kebangsaan, diselenggarakan Sekolah Virtual Kebangsaan dengan pemateri Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani diwakili Koordinator II Jaksa Agung Muda Teuku Rahmatsyah, Gubernur Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily, Ketum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, dan Guru Besar Universitas Diponegoro Singgih Tri Sulistiyono.

Sekolah Virtual Kebangsaan diikuti 300 titik di tingkat DPD, PC dan PAC seluruh Indonesia dengan jumlah kurang lebih 10.000 peserta secara daring. (*/Dby)

Check Also

Wali Kota Yogyakarta Kunjungi Ponpes Naungan LDII dalam Safari Subuh

Yogyakarta (15/3) – Masjid Baitul Hamdi yang berada di bawah naungan LDII Kota Yogyakarta menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *