Menteri Haji dan Umrah RI: Tema Munas X Selaras dengan Visi Presiden

Menteri Haji dan Umroh Buka Memberikan Sambutan pada Pembukaan Munas X LDII yang berlangsung di Grand Ballroom Ponpes Minhaajurrosyidiin Jakarta
Menteri Haji dan Umroh Buka Memberikan Sambutan pada Pembukaan Munas X LDII yang berlangsung di Grand Ballroom Ponpes Minhaajurrosyidiin Jakarta (dok/lines)

Jakarta (7/4) — Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf, mengajak LDII menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global. Konflik Timur Tengah berdampak pada sektor energi, pangan, dan biaya penyelenggaraan haji.
Ia juga menegaskan bahwa ketahanan nasional harus dibangun melalui nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Pemerintah berkomitmen menjaga kelancaran ibadah haji serta memastikan tambahan biaya tidak membebani jamaah. Aspek keamanan dan keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Dalam pemaparannya di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Ponpes Minhaajurrosyidiin, KH Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya momentum Munas X sebagai sarana memperluas kontribusi organisasi, tidak hanya pada aspek internal, tetapi juga dalam kehidupan kebangsaan.

“Saat ini, adalah momentum yang tepat untuk memperkuat peran bersama. Bukan hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memperluas kontribusi. Tidak hanya membahas internal organisasi, tetapi juga membahas kondisi kebangsaan,” imbuh KH M. Irfan.

Tokoh yang akrab disapa Gus Irfan tersebut menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri. Ketika bisa berjalan bersama, maka tidak hanya kuat, tetapi juga akan dihormati dunia,” pungkasnya.

Ia juga menilai tema Munas X LDII yang menekankan peran dalam membangun Indonesia yang berdaulat dan harmonis selaras dengan visi Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan kemandirian nasional. “Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia harus swasembada pangan, air, dan energi. Apapun yang terjadi di dunia luar, jika sudah swasembada pangan, air dan energi, maka tidak akan terpengaruh,” ujarnya.

Perkembangan Ibadah Haji Jamaah Haji Indonesia di tengah Konflik Timur Tengah, Aspek Keselamatan Menjadi Prioritas

Terkait penyelenggaraan ibadah haji, ia menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana, meskipun situasi global mengalami dinamika. “Dan sampai saat ini, semua masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya dampak dari konflik global terhadap biaya perjalanan haji, khususnya pada sektor transportasi udara. “Misalnya tiket pesawat, penambahan biaya dapat mencapai Rp10 juta per jamaah,” imbuhnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam pengambilan keputusan terkait keberangkatan jamaah.

“Kedua, jika terjadi penambahan pembiayaan, jangan dibebankan pada jamaah haji. Kami juga mengadakan rakor terbatas dengan Menko Perekonomian dan sedang menghitung. Bagaimana mekanisme pembiayaan jika terjadi perubahan harga,” pungkas Gus Irfan.

Menteri Haji dan Umrah KH Muhammad Irfan Yusuf saat sesi wawancara bersama KH Chriswanto Santoso oleh reporter
Menteri Haji dan Umrah KH Muhammad Irfan Yusuf saat sesi wawancara bersama KH Chriswanto Santoso oleh reporter (dok/lines)

Ia menambahkan bahwa situasi di Timur Tengah memberikan pelajaran penting bahwa ketahanan nasional harus dibangun secara bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa. “Ketahanan nasional, akan kokoh, jika dibangun oleh seluruh elemen bangsa. Mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya nilai kebangsaan dan moderasi beragama sebagai perekat di tengah keberagaman Indonesia. “Yakni, nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama dan karakter masyarakat. Tanpa itu, bangsa Indonesia akan mudah terpecah dan tidak akan menjadi bangsa yang tangguh,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong LDII terus meningkatkan kontribusinya dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat ketahanan nasional melalui berbagai peran strategis.

“Melalui dakwah yang menyejukkan, penguatan karakter, serta kontribusi dalam kehidupan sosial. Untuk menjaga keharmonisan dan ketahanan nasional,” tutup Gus Irfan.

Check Also

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat memaparkan Materi pada Munas X LDII 2026

Fadli Zon dan Abdul Mu’ti Tekankan Peran Budaya dan Pendidikan di Munas X LDII

Jakarta (9/4) — Pada gelaran Munas X LDII, Fadli Zon Menteri Pendidikan Fadli Zon menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *