
Gunungkidul (7/6). Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Gunungkidul turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih lingkungan dan kerja bakti. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ini dipusatkan di kawasan Pantai Sundak, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus pada Jumat (5/6/2026).
Dengan mengusung semangat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dengan tema “Saatnya Kita Bekerja untuk Iklim” tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Gunungkidul, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan peduli lingkungan, serta masyarakat umum.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, bersama puluhan warga LDII ikut berpartisipasi dalam aksi gotong royong membersihkan kawasan pantai. Kegiatan dilakukan di sejumlah titik guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
“Melalui Gerakan Indonesia ASRI yang diinstruksikan Presiden Prabowo, kita ingin membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan penghijauan secara berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Wahono mengatakan bahwa gerakan menjaga lingkungan sejalan dengan program pengabdian LDII di bidang lingkungan hidup. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan kehidupan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan program LDII dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari dakwah LDII yang terus kami lakukan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan yang muncul saat ini, termasuk dampak perubahan iklim, menjadi pengingat bahwa manusia memiliki ketergantungan yang besar terhadap kelestarian alam.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Gunungkidul berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, lingkungan yang bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan dapat diwujudkan untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.
“Eksploitasi lingkungan harus mempertimbangkan keberlanjutan. Perubahan iklim sudah kita rasakan melalui meningkatnya suhu udara dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Kita manusia sangat bergantung pada lingkungan, sedangkan lingkungan tetap akan ada tanpa manusia. Jadi yang membutuhkan lingkungan itu adalah kita,” tegas Wahono.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengajak masyarakat membiasakan langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengikuti kegiatan bank sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang. Karena itu mari bersama-sama menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dan amal jariyah yang terus memberikan manfaat,” ungkap Atus.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta