
Yogyakarta (30/7). Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi ruang sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam membahas isu strategis pembangunan daerah, termasuk optimalisasi manfaat ekonomi dari Embarkasi Haji berbasis hotel di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Muswil VIII LDII DIY berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menilai skema embarkasi haji berbasis hotel di Kulon Progo telah memberikan kenyamanan bagi jemaah sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, manfaat ekonomi tersebut perlu diperluas agar tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga pelaku UMKM dan destinasi wisata lokal.
“Kami berharap keterlibatan rombongan pengantar jemaah haji yang datang dari berbagai daerah dapat dimanfaatkan untuk mengangkat tingkat kesejahteraan warga Kulon Progo,” ujar Singgih kepada wartawan usai menghadiri pembukaan Muswil VIII LDII DIY.
Ia menambahkan, integrasi kunjungan ke sentra kerajinan, destinasi wisata, hingga pusat oleh-oleh lokal dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
Singgih mengatakan Komisi VIII DPR RI juga mendorong agar kebutuhan buah tangan atau oleh-oleh haji dipenuhi oleh pelaku usaha lokal sehingga nilai ekonomi dapat berputar di daerah. Selain lebih efisien, langkah tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing UMKM Kulon Progo sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Pemenuhan kebutuhan oleh-oleh dari dalam negeri jauh lebih efisien dan langsung memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang setempat,” ujarnya.
Ia menegaskan operasional Embarkasi Haji YIA akan terus berlanjut karena didukung infrastruktur bandara yang memadai, termasuk landasan pacu yang mampu melayani penerbangan haji. Bahkan, jumlah jemaah yang diberangkatkan melalui YIA diproyeksikan meningkat pada musim haji mendatang sehingga potensi ekonomi yang tercipta juga semakin besar.
Menurut Singgih, keberhasilan optimalisasi embarkasi haji membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Pemerintah Daerah DIY pun diharapkan terus memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga momentum penyelenggaraan ibadah haji dapat menjadi pengungkit pertumbuhan pariwisata, UMKM, dan upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta