
Sleman (19/7). Warga Padukuhan Ngropoh, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY, kembali menggelar pengajian rutin lintas masjid, pada Minggu (19/7). Bertempat di Masjid Baitul Birrii Widoro Baru, kegiatan tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Kerukunan untuk Beribadah dan Menjalani Kehidupan yang Lebih Harmonis”.
Pengajian di masjid naungan LDII ini diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan penampilan seni bela diri Persinas ASAD, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari para tokoh masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Baitul Birrii, Sarjono, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan Badan Pembina Umat Islam (BPUI) Padukuhan Ngropoh yang menunjuk Masjid Baitul Birrii sebagai tuan rumah kegiatan.
Ia mengatakan, pengajian lintas masjid menjadi sarana mempererat silaturahim sekaligus meningkatkan kualitas ibadah masyarakat. Menurutnya, keberadaan tujuh masjid di Padukuhan Ngropoh merupakan potensi besar untuk membangun ukhuwah dan memperkuat pembinaan umat.
“Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir di tujuh masjid ini, kami berharap masyarakat semakin semangat menuntut ilmu agama, memperkuat ketakwaan, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sarjono juga memperkenalkan berbagai kegiatan pembinaan generasi muda yang dilaksanakan di Masjid Baitul Birrii melalui tayangan dokumentasi aktivitas remaja masjid.
Pengajian lintas masjid tersebut turut dihadiri Dukuh Ngropoh Nurdin Widodo, Ketua BPUI Padukuhan Ngropoh H. Amin Suyono, para pengurus takmir masjid se-Padukuhan Ngropoh, serta tokoh masyarakat setempat.
Pada kesempatan itu, Ustadz H. Abdul Rozak, menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menjaga kerukunan sebagai landasan dalam menjalankan ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
Menurut mubaligh yang juga aktif sebagai pembimbing jamaah haji dan umrah ini, kerukunan lahir dari keimanan yang diwujudkan melalui akhlak mulia, saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kerukunan bukan hanya menjaga hubungan antarsesama, tetapi juga menjadi salah satu kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian resume materi dan doa bersama yang dipimpin H. Sumarwiyanto, dilanjutkan ramah tamah antarpeserta. Melalui pengajian lintas masjid tersebut, warga berharap semangat kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, dan kepedulian sosial terus tumbuh sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang rukun, kompak, dan harmonis.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta