
Yogyakarta (23/7). Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berbagai program pengabdian yang telah dijalankan LDII DIY kembali menjadi perhatian. Salah satu bidang yang terus dikembangkan secara berkelanjutan adalah pendidikan serta pembinaan generasi penerus sebagai ikhtiar mencetak sumber daya manusia (SDM) profesional religius.
Komitmen tersebut selaras dengan tema Muswil VIII LDII DIY, “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Mendukung Pancamulia DIY.” Melalui pendidikan formal, pendidikan keagamaan, hingga pembinaan karakter, LDII DIY berupaya menyiapkan generasi emas yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengatakan kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, pembangunan SDM harus dimulai sejak usia dini melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Membangun SDM profesional religius bukan pekerjaan yang instan. Dibutuhkan proses panjang melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan agar lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan kemandiriannya,” ujar Atus.
Pengabdian Bidang Pendidikan melalui MDT dan TPA
Di bidang pendidikan keagamaan dan dakwah, LDII DIY secara konsisten menyelenggarakan pengajian berjenjang mulai usia dini hingga dewasa. Pembinaan dilaksanakan melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta majelis taklim yang tersebar di masjid-masjid naungan LDII.

Selain pengajian rutin, LDII DIY juga mengembangkan berbagai program peningkatan kapasitas para mubaligh dan mubalighat. Kegiatan seperti bedah kurikulum pembinaan generasi, pelatihan dakwah, pelatihan rukyatul hilal, hingga forum-forum keilmuan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pembinaan agar tetap relevan dengan perkembangan masyarakat.
Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPW LDII DIY, Ustadz Endri Sulistyo, mengatakan pembinaan generasi memerlukan kurikulum yang terarah sekaligus pendidik yang terus meningkatkan kompetensinya.
“Kami ingin proses pembinaan berlangsung seragam, sistematis, dan berkesinambungan. Dai dan pengajar harus terus belajar agar mampu mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman, tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Pada sektor pendidikan formal, LDII DIY turut mengembangkan sekolah berbasis karakter melalui SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta dan SMP Al Karima. Kedua lembaga tersebut memadukan pendidikan akademik, pembinaan keagamaan, kepemimpinan, serta penguatan 29 Karakter Luhur sebagai bekal peserta didik menghadapi kehidupan bermasyarakat.
Belum lama ini, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin juga memberikan pembekalan kepada para santri baru SMA IMBS mengenai self management, sebagai bagian dari pembentukan karakter pemimpin masa depan. Menurutnya, kemampuan mengelola diri menjadi fondasi penting sebelum seseorang mampu memimpin orang lain.

Di luar pendidikan formal, pembinaan generasi juga diwujudkan melalui SAKO Pramuka Sekawan Persada Nusantara berbasis masjid yang menanamkan kemandirian, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. LDII DIY juga rutin menggelar program Akrab Muda untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan dunia perguruan tinggi sekaligus memperkuat karakter dan jejaring antargenerasi muda.
Sementara di kalangan akademisi, LDII DIY membentuk Asosiasi Dosen LDII DIY sebagai wadah kolaborasi dosen lintas perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Atus, seluruh pengabdian di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generus berkarakter luhur yang mampu berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
“Muswil bukan hanya membahas organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen kami dalam membina generasi. Kami ingin menghadirkan SDM profesional religius yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian sosial sehingga mampu mendukung terwujudnya Pancamulia DIY,” pungkasnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta