
Yogyakarta (7/10) – DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan audiensi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) DIY di Kompleks Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (7/10). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan program LDII dengan agenda pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di DIY.
Audiensi dihadiri Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, Wakil Ketua Nanang Dwi Antoro, dan Biro PKD DPW LDII DIY Ustadz Endri Sulistyo. Hadir pula Kepala Biro Kesra Setda DIY Faishol Muslim beserta jajaran, serta Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budianto.
Atus Syahbudin menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan DPRD DIY terhadap kegiatan LDII. Ia mengatakan, saat ini DPW LDII DIY sedang melakukan finalisasi program kerja masing-masing biro untuk periode kepengurusan mendatang.
“Kami sedang melakukan finalisasi program kerja di masing-masing biro. Karena itu, kami berharap mendapat masukan dari pemerintah daerah agar program LDII dapat selaras dan saling mendukung dengan program pembangunan dan Pancamulia DIY,” ujar Atus.
Menurut Atus, beberapa program yang akan terus dikembangkan antara lain penguatan peran masjid, pendidikan karakter, pendidikan ke-Yogyakarta-an, pembinaan generasi muda, hingga peningkatan kapasitas pengurus.
Atus menjelaskan, saat ini DPP LDII tengah mendorong program Pojok Masjid Hijau. Konsepnya, masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan masyarakat.
“Masjid bisa menjadi pusat kegiatan yang lebih luas. Kami ingin mendorong masjid sebagai tempat pemanenan air hujan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Ini bagian dari upaya menjadikan masjid lebih ramah lingkungan,” ujar Atus.
Program kerja tersebut juga diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan pelajar.
“Pendidikan karakter dan pendidikan ke-Yogyakarta-an sudah kami jalankan dan akan terus kami lanjutkan. Termasuk bagaimana membantu generasi muda agar lebih bijak menggunakan teknologi,” jelasnya.
Atus juga menyampaikan rencana penguatan pendidikan karakter melalui kepramukaan. “LDII melalui Satuan Komunitas (Sako) Sekawan Persada Nusantara akan mendorong terbentuknya Gugus Depan (Gudep) Ramah Lingkungan,” imbuh Atus yang juga sebagai Andu Lingkungan Hidup Kwarda DIY masa bakti 2025-2030.
Selain pembinaan generasi muda, LDII DIY juga mendorong peningkatan kapasitas pengurus. Menurut Atus, perkembangan zaman menuntut organisasi untuk terus beradaptasi.
“Kami berharap pengurus juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan kepemimpinan, keorganisasian, protokoler, maupun keterampilan komunikasi. Ini penting agar proses regenerasi berjalan dan organisasi semakin profesional,” katanya.
Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, mengapresiasi visi dan program LDII. Ia menilai semangat kerukunan dan kekompakan yang dibangun LDII menjadi modal penting untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
“Dalam forum ini kita bisa saling berbagi dan berdiskusi. Mudah-mudahan ke depan program-program yang ada dapat saling diselaraskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Faishol.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi rumah ibadah. Menurutnya, masjid dapat dikembangkan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Faishol juga mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak, baik di lingkungan sekolah maupun pesantren. Setiap anak, menurutnya, harus mendapatkan hak pendidikan, perlindungan, kesehatan, dan tumbuh kembang secara layak.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Dwi Wahyu Budianto, turut mengapresiasi sejumlah program LDII, khususnya di bidang lingkungan. Ia mendorong agar program pemanenan air hujan, pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan dapat dipetakan di setiap kabupaten/kota.
“Program pemanenan air di masjid ini menarik. Silakan dipetakan kebutuhannya di masing-masing kabupaten dan kota. Jika selaras dengan program yang ada, kami siap mendukung,” kata Dwi.
Menurutnya, pemberdayaan generasi muda juga perlu mendapat perhatian. “Pemuda perlu dibekali keterampilan dan wawasan agar mampu mandiri, termasuk dalam bidang ekonomi,” pungkasnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta