
Sleman (4/11). Ketua Biro Litbang, IPTEK, SDA, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPW LDII DIY, Agus Kurniawan, menerima penghargaan Kalpataru tingkat DIY 2026 kategori Pengabdi Lingkungan atas kontribusinya dalam pembinaan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat DIY 2026 dan Apresiasi Calon Usulan Kalpataru Nasional di Aula Bima SMK Negeri 2 Depok, Sleman, Rabu (4/11).
Kategori Pengabdi Lingkungan diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang menunjukkan pengabdian dalam pelestarian lingkungan hidup di tingkat tapak. Agus bersyukur atas apresiasi tersebut sekaligus berharap dapat melanjutkan proses seleksi ke tingkat nasional.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah Kalpataru tingkat DIY pada tahun ini. Proses ini merupakan seleksi untuk diajukan ke tingkat nasional,” ujarnya.
Sejak 2021, Agus dikenal aktif mendampingi masyarakat melalui Program Kampung Iklim (ProKlim), konservasi lingkungan, dan pengelolaan sampah. Dari 14 kelompok dampingan, delapan di antaranya telah meraih predikat ProKlim, sementara kegiatan pembinaannya juga mencakup penanaman pohon, perlindungan sumber air, dan penguatan tata kelola lingkungan.
Agus menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat, salah satunya di Padukuhan Sangurejo, Sleman. “Selama saya melakukan kegiatan pengabdian di ProKlim, kami berkolaborasi dengan masyarakat, terutama di Padukuhan Sangurejo yang tahun ini sedang menunggu hasil verifikasi ProKlim Lestari,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman yang memberikan kesempatan untuk memperluas kegiatan pembinaan lingkungan. “Dukungan DLH sangat besar, termasuk memberikan peluang kepada saya untuk membina di 12 padukuhan, bahkan lebih, di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Menurut Agus, DLH Sleman turut berperan dalam proses pengusulannya sebagai penerima Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran DLH Sleman, yang telah mendorong dan mendukung proses pengusulan tersebut.
Agus menilai penghargaan itu menjadi bukti bahwa kegiatan lingkungan berbasis masyarakat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah. “Budi luhur yang kita lakukan ternyata sangat diapresiasi pemerintah daerah karena betul-betul membantu pemerintah dalam melaksanakan kegiatan, terutama untuk menyelamatkan lingkungan hidup,” katanya.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, turut menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Agus. “Alhamdulillah, dari langkah kita di Program Kampung Iklim, berkembang menjadi amal jariyah di bidang lingkungan yang terus ada sampai sekarang,” ungkap Atus yang juga Ketua Departemen LISDAL DPP LDII.
Agus juga menyampaikan terima kasih kepada Atus yang selama ini memberikan dukungan dan arahan dalam kegiatan pengabdian lingkungan. “Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, mendukung, dan mendoakan selama ini, terutama Pak Atus yang memberikan dukungan, bimbingan, dan arahan,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi langkah awal untuk melanjutkan amal shalih pelestarian lingkungan di tingkat yang lebih luas. “Harapannya nanti kami dari warga LDII bisa lanjut ke proses berikutnya, yaitu seleksi tingkat nasional,” tuturnya.
Selain Agus, generasi muda LDII asal Sleman, Galang Putra Perdana, juga menerima apresiasi Kalpataru DIY 2026 kategori Yuvan. Agus berharap capaian keduanya dapat menjadi motivasi bagi warga LDII untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta
One comment
Pingback: Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan, Generasi Muda LDII Sleman Raih Kalpataru Yuvan 2026 - DPW LDII DIY