
Sleman (4/11). Galang Putra Perdana, generasi muda LDII asal Kabupaten Sleman, meraih apresiasi Kalpataru tingkat DIY 2026 kategori Yuvan berkat inovasinya dalam mengembangkan pertanian dan peternakan ramah lingkungan. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat DIY 2026 dan Apresiasi Calon Usulan Kalpataru Nasional di Aula Bima SMK Negeri 2 Depok, Sleman, Rabu (4/11/2026).
Kalpataru Yuvan merupakan kategori apresiasi bagi generasi muda berusia di bawah 25 tahun yang berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Galang mengembangkan sistem pertanian terpadu dengan mengutamakan efisiensi sumber daya, pengurangan penggunaan bahan kimia, dan pemanfaatan limbah peternakan.
Galang mengungkapkan bahwa inovasi tersebut berangkat dari keinginannya mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan. “Saya ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari, termasuk bertani dan beternak. Dengan cara yang tepat, kita bisa mengurangi biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Di sektor pertanian, Galang menerapkan pengendalian hama terpadu melalui pemantauan ambang batas ekonomi dan rotasi pestisida selektif berbasis kode IRAC. Metode tersebut dilaporkan mampu menekan penggunaan pestisida hingga 35–40 persen sekaligus menjaga populasi musuh alami.
Ia juga memadukan pupuk organik dan kimia secara presisi untuk memulihkan kesuburan tanah. Pendekatan tersebut dilaporkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sekitar 30–40 persen.
Menurut Galang, penggunaan bahan pertanian perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar hasil produksi tetap baik tanpa membebani lingkungan. “Penggunaan pestisida dan pupuk kimia tidak harus berlebihan. Kita perlu memahami kebutuhan tanaman dan kondisi lahan supaya lebih hemat, tetapi hasilnya tetap optimal,” jelasnya.
Di bidang peternakan, Galang mengembangkan formulasi pakan mandiri berbasis nutrisi dan probiotik yang dilaporkan mampu menekan biaya pakan sekitar 25–30 persen. Ia juga mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik serta menerapkan teknologi mesin tetas berbasis lampu LED yang mampu menghemat konsumsi listrik sekitar 30–50 persen.
Galang menilai limbah peternakan masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali dalam kegiatan pertanian. “Kotoran ternak tidak harus menjadi limbah yang mengganggu lingkungan. Jika dikelola dengan baik, justru bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian,” tuturnya.
Berbagai inovasi tersebut dikembangkan secara mandiri dengan mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan pengelolaan limbah. Melalui pendekatan ini, Galang berupaya membangun sistem usaha yang lebih hemat, produktif, dan berkelanjutan.
Galang bersyukur atas apresiasi Kalpataru Yuvan yang diterimanya dan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar dan berinovasi. Semoga apa yang saya lakukan bisa memberikan manfaat dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Ketua Biro LISDAL DPW LDII DIY, Agus Kurniawan, yang juga menerima apresiasi Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan, menyambut baik keberhasilan Galang. “Alhamdulilah, dari generasi muda LDII juga berhasil mendapatkan penghargaan, yaitu Mas Galang Putra Perdana di Kalpataru Yuvan, kategori di bawah 25 tahun,” ujarnya.

Agus berharap prestasi keduanya dapat berlanjut hingga proses seleksi Kalpataru tingkat nasional. “Mohon doanya, insya Allah kemungkinan akan diajukan ke tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, turut menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Agus. “Alhamdulillah, dari langkah kita di Program Kampung Iklim, berkembang menjadi amal jariyah di bidang lingkungan yang terus ada sampai sekarang,” ungkapnya.
Keberhasilan Galang menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui inovasi sederhana yang diterapkan secara konsisten. Kiprahnya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi penerus LDII untuk mengembangkan keterampilan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta