
Yogyakarta (26/10). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY membekali para dai dengan wawasan sosiologi dan psikologi dakwah untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan Pembekalan Dai LDII se-DIY tersebut digelar secara hybrid di Masjid Al Fattah, Sleman, pada Minggu (25/10), dengan diikuti secara daring dari studio mini di masing-masing DPD LDII kabupaten/kota.
Narasumber kegiatan, Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Pendidikan dan Dakwah, Dwi Pramono, mengajak para dai dan mubaligh LDII untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Upaya tersebut dinilai penting agar dakwah semakin relevan dan kehadiran LDII dapat dirasakan masyarakat.
Dwi menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bekal penting bagi dai untuk menjalankan peran dakwah sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai kalangan. Ia mendorong para mubaligh melanjutkan pendidikan formal sesuai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.
“Saya ingin memberikan inspirasi bahwa mubaligh juga bisa menjadi doktor. Jadi, jangan berhenti meningkatkan kompetensi. Silakan mencari kampus yang memungkinkan untuk kuliah sambil menjalankan amal saleh lainnya,” ujarnya.
DPD LDII Kota Yogyakarta menghadirkan para dai dan daiyah di beberapa titik studio mini. Salah satu lokasi yang menjadi tempat mengikuti pelatihan adalah Masjid Asyifa, Miliran, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Ketua Bagian Pendidikan dan Dakwah (PKD) DPD LDII Kota Yogyakarta, Ustadz Yasir Maulana Wahab, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan tersebut sangat penting bagi setiap dai dan daiyah. Menurutnya, penguasaan sosiologi dakwah dan psikologi dakwah menjadi bekal yang diperlukan agar pesan keagamaan dapat diterima masyarakat secara tepat dan efektif.
“Setiap dai perlu memahami kondisi sosial masyarakat yang menjadi sasaran dakwah. Oleh karena itu, pemahaman mengenai sosiologi dakwah dan psikologi dakwah sangat penting agar penyampaian pesan keagamaan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Muhammad Sulthon Purbo Panjalu, dai dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Gondokusuman, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman yang berharga dan meningkatkan kepercayaan dirinya untuk terus belajar menjadi dai. Menurutnya, materi yang disampaikan mampu memberikan motivasi sekaligus inspirasi untuk mengembangkan kemampuan dalam berdakwah.
“Saya sangat terinspirasi. Semoga suatu saat dapat memiliki kapasitas dan kemampuan seperti beliau, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas melalui dakwah. Saya jadi faham, seorang dai tidak hanya berperan menyampaikan ajaran agama, tetapi juga perlu membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar,” pungkas Sulthon.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta