
Yogyakarta (20/10). DPW LDII DIY melalui Pemuda LDII menghelat pertemuan akbar mahasiswa baru LDII se-DIY bertajuk Akrab Muda di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM) Yogyakarta, Sabtu (18/10). Mengusung tema “Generus Resilien Berprestasi, Semangat Berkontribusi Berakhlak Islami Menyongsong Tantangan Zaman”, ratusan mahasiswa baru LDII memadati aula GSM.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya tiga manajemen utama yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa LDII. Yakni manajemen pertemanan (friend management), manajemen waktu (time management), dan manajemen keuangan (money management).
“Kenali seratus persen teman kalian. Ketahui bukan hanya nama, tapi juga potensi, kemampuan, dan akses yang dimiliki. Lingkungan pertemanan sangat menentukan arah dan perkembangan kalian di kampus,” ujar Atus.
Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini menegaskan bahwa pengelolaan waktu yang disiplin merupakan kunci keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Selain itu, Atus mengajak mahasiswa untuk belajar hidup hemat dan bijak dalam mengatur uang, mengingat kehidupan mahasiswa tidak lepas dari tantangan finansial dan tuntutan produktivitas.
“Ketahui tujuan akhir kalian. Capai tujuan dengan konsisten, jangan menyerah. Doa orangtua adalah kunci keberkahan dalam setiap langkah kalian,” tutup Atus.
Akrab Muda 2025 membekali mahasiswa baru LDII tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik tetapi juga memberikan inspirasi menjadi entrepreneur yang berhasil dan sukses. An Namiroh Travelindo, Biro Travel Umroh dan Haji di Kabupaten Kediri berkesempatan berbagi kisah inspiratif dalam perjalanan bisnisnya.

Hadir sebagai narasumber, Mohammad Agus Salma Al Mubarok dan Rahma Salma Namira. keduanya merupakan pasangan pengusaha muda sukses yang merintis usaha sejak usia belasan tahun hingga kini menjadi pemilik biro perjalanan umrah dan haji yang berkembang pesat.
Pemateri lainnya yang ditunggu-tunggu adalah kehadiran Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Chriswanto menyambut antusias dan mengungkapkan rasa senang dan bangga bisa bertemu ratusan mahasiswa calon penerus bangsa.
Pada kesempatan itu, KH Chriswanto banyak bercerita dan memberikan motivasi bagaimana generasi muda harus memiliki semangat juang untuk menjadi penerus estafet ke depan. “Mahasiswa ayo terus berbuat, terus berkarya dengan kreatif, jangan menyerah, terus melangkah untuk kita bisa maju ke depan,” ajaknya.
Dalam mewujudkan regenerasi, KH Chriswanto menyinggung teori konsolidasi yang disampaikan Jimly Asshiddiqie bahwa semakin banyak konsolidasi, maka semakin kuat posisi sebuah komunitas. “Generasi muda supaya sering kumpul, sering diskusi, dan memberikan problem solving di antara teman. Dengan sering koordinasi maka problem solving akan teratasi dan proses regenerasi akan tersampaikan dengan alami,” ujarnya.
Ketua Pemuda LDII DIY, Qomarudin mengatakan kehadiran tokoh-tokoh LDII ini menjadi bagian dari pembentukan karakter yang diharapkan melalui Akrab Muda. “Para tokoh LDII ini banyak memberikan suri tauladan dan telah berkontribusi untuk bangsa. Harapannya para mahasiswa bisa tertarik atau meniru cara-cara beliau,” katanya.
Pembentukan cluster dalam Akrab Muda, menurut Qomarudin hal itu untuk mengakomodir kemampuan dan keinginan mahasiswa untuk berkreasi sesuai dengan cluster-nya masing-masing. Dengan demikian, ia berharap para mahasiswa semangat berkontribusi untuk bangsa. “Jangan pernah merasa lelah untuk berbuat baik karena perbuatan baik itu dapat menjadi bekal untuk kelanjutan masa depan kita,” pesan Qomarudin.
Kegiatan Akrab Muda berlangsung dua hari dengan kegiatan keakraban pada keesokan harinya. Keakraban diisi dengan outbond, kumpul cluster dan flashmob. Dengan kegiatan ini diharapkan para mahasiswa baru LDII menambah semangat dalam menempuh pendidikan hingga meraih prestasi, berakhlak Islami dalam menyongsong tantangan zaman.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta