
Sleman (24/10) – Ada yang berbeda dari kegiatan Akrab Muda tahun ini. Agenda tahunan Pemuda LDII Daerah Istimewa Yogyakarta ini berlangsung di Kampung Proklim Sangurejo, wilayah utara Yogyakarta. Kampung tersebut menjadi salah satu program dari DPW LDII DIY yang sedang menjalani proses verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari.
Mengusung tagline “Berakhlak Mulia, Berjiwa Cendekia”, panitia menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif. Kegiatan selama dua hari, 24–25 Oktober 2026, ini menggabungkan materi motivasi, talkshow, dan aktivitas outbound. Kegiatan ini juga digelar di luar ruangan sehingga para peserta diajak untuk lebih mengenal lingkungan sekitar.
Rangkaian hari pertama diawali dengan Pembukaan serta materi inspiratif dari influencer & enterpreneur yaitu Deni Ali yang dikenal lewat instagram @catatan.denniali. Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, membuka kegiatan secara resmi sebelum peserta mengikuti talkshow bersama Dwi Pramono. Pada malam hari, peserta mempererat keakraban melalui acara bakar-bakar bersama.
Deni Ali Ajak Mahasiswa Mandiri dan Pantang Menyerah
Dalam sesinya, Deni Ali membagikan pengalaman pribadi ketika menempuh pendidikan. Ia bersyukur tetap memperoleh kesempatan kuliah setelah menikah dan mampu membiayai pendidikannya secara mandiri.
“Alhamdulillah, Allah paring saya bisa kuliah setelah saya menikah dan bisa membiayai kuliah saya ini,” tuturnya.
Ia juga menceritakan pengalamannya berjualan donat untuk membiayai kuliah. Kisah tersebut mengingatkan mahasiswa agar tetap berusaha dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk berkembang.
Deni turut mengajak peserta memperkuat keyakinan terhadap pertolongan Allah dalam menghadapi berbagai cobaan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga diri dari pengaruh negatif dan memahami tanggung jawab sebagai generasi muda.
Atus Syahbudin Tekankan Pentingnya Eksekusi
Dalam sambutannya, Atus Syahbudin mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada tahap mengetahui peluang. Menurutnya, cita-cita membutuhkan tindakan nyata, persiapan, dan konsistensi untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Ia mencontohkan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Mereka perlu meningkatkan kemampuan bahasa asing, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar sejak dini.
“Punya keinginan boleh. Punya cita-cita juga boleh. Tetapi ingat, setiap orang itu harus aksi untuk menggapainya. Kesenjangan eksekusi adalah pembeda,” jelasnya.
Pesan tersebut mendorong mahasiswa untuk menerjemahkan rencana menjadi langkah konkret. Dengan persiapan yang terarah, mereka dapat memanfaatkan peluang sekaligus mengembangkan potensi diri.
Dwi Pramono Bahas Profesional Religius dan Pertolongan Allah
Talkshow bersama Dwi Pramono, Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, membahas keseimbangan antara kemampuan profesional dan penguatan agama. Ia menjelaskan bahwa profesional religius menjadi prinsip penting bagi generasi muda LDII.
Menurutnya, profesional berarti memiliki kemampuan dalam urusan duniawi. Sementara itu, aspek religius perlu dibangun melalui pembelajaran agama, termasuk menimba ilmu di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM).

Dwi juga mengingatkan mahasiswa untuk meluruskan niat dalam menempuh pendidikan. Kuliah yang diniatkan untuk mencari rida Allah dapat menjadi bagian dari ikhtiar menuju kehidupan akhirat.
Ia mengajak mahasiswa mengelola keuangan secara bijak dan tidak mudah mengikuti tren atau *fear of missing out* (FOMO). Sikap *nerimo ing pandum* membantu mahasiswa menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan yang dimiliki.
Selain itu, Dwi menekankan bahwa pertolongan Allah tidak selalu berbentuk materi. Proses panjang yang dipenuhi lelah, kesabaran, ibadah, dan amal saleh dapat menjadi bagian dari ikhtiar menuju pertolongan tersebut.
Ia mengibaratkan amal saleh sebagai tabungan kebaikan yang perlu diisi secara konsisten. Karena itu, mahasiswa perlu menjaga keimanan, menerima nasihat, dan membiasakan diri melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pererat Kebersamaan melalui Outbound
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti senam bersama sebelum pembagian kelompok outbound. Berbagai aktivitas kelompok menjadi sarana untuk melatih kekompakan, membangun komunikasi, dan mempererat persaudaraan.
Panitia kemudian menggelar awarding sebagai bentuk apresiasi sebelum menutup kegiatan dengan flashmob. Melalui rangkaian Akrab Muda 2026, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan, memperkuat keimanan, dan membangun karakter luhur dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.
Penulis: Ichsan
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta