
Bantul (22/7). Sebanyak 31 pesilat Persinas ASAD SMP Alkarima Boarding School kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Persinas ASAD Kabupaten Bantul bertajuk “BAJA CUP #3” yang diselenggarakan pada 18–19 Juli 2026, di Padepokan Persinas ASAD, Pundong, Bantul.
Bersaing dengan puluhan atlet dari berbagai kontingen, para pesilat SMP Alkarima menunjukkan semangat juang dan kemampuan terbaiknya hingga berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara.
Dari 31 atlet yang bertanding, delapan atlet berhasil meraih Juara I, yaitu Fai, Reyza, Arif, Vinza, Affan, Rehan, Sulkhan, dan Danish. Sementara itu, Juara II diraih oleh Aleka, Royan, Damar, Dafian, dan Ahsan. Adapun Juara III diraih oleh Fatih, Aditama, Ebril, Sulton, Mathew, Arul, Obin, Jakfar, Fano, Garda, dan Faza.
Tak hanya itu, SMP Alkarima Boarding School juga berhasil meraih predikat Juara Umum. Prestasi tersebut semakin lengkap setelah salah satu atletnya, Vinza, dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik pada kejuaraan tersebut.

Vinza mengaku bersyukur dan tidak menyangka dapat meraih penghargaan tersebut. Menurutnya, kunci keberhasilannya adalah disiplin berlatih serta selalu memohon doa dan restu dari kedua orang tua.
“Rasanya senang, bersyukur, sekaligus kaget karena bisa menjadi Pesilat Terbaik. Semoga kedepannya saya bisa terus mengikuti berbagai kejuaraan dan meraih prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Vinza.
Pelatih Persinas ASAD SMP Alkarima Boarding School, Defano Iqbal, turut mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan seluruh atlet. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu membuahkan hasil yang membanggakan.
Ia menjelaskan bahwa setelah sebelumnya mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat DIY 2026, para atlet tetap konsisten menjalani latihan sehingga mampu kembali menunjukkan performa terbaik di BAJA CUP #3.
“Alhamdulillah, semua atlet ASAD SMP Alkarima dapat mengikuti BAJA CUP #3 dengan baik dan lancar. Semua perjuangan mereka terbayar dengan raihan berbagai gelar juara, bahkan berhasil membawa pulang predikat Juara Umum. Ini merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, dan semangat yang luar biasa,” jelas Defano.
Defano berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri. “Jangan jadikan kemenangan sebagai akhir dari perjuangan, tetapi sebagai motivasi untuk terus berkembang. Teruslah berlatih, tingkatkan kedisiplinan, jaga ibadah, dan tetap rendah hati, karena pesilat sejati adalah mereka yang tidak pernah berhenti belajar dan terus berusaha menjadi lebih baik,” tutupnya.
Keberhasilan para pesilat ini sekaligus mencerminkan hasil pembinaan yang dilakukan sekolah secara berkelanjutan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pencak silat Persinas ASAD menjadi salah satu ekstrakurikuler yang dikembangkan di berbagai sekolah di bawah naungan yayasan pendidikan LDII sebagai wadah membina prestasi sekaligus membentuk karakter siswa.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta