
Sleman (19/9) – Ketua Komisi Dakwah dan Bina SDM MUI DIY KH Syaifuddin Jufri menghadiri Deklarasi Sinergi LDII Menuju ProKlim Lestari yang dipusatkan di Padukuhan Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman pada Senin (16/9/2024). Di hadapan para tamu undangan, KH Syaifuddin menekankan tentang peran MUI.
“Sebagaimana kita tahu, selama ini MUI betul-betul mengembangkan apa yang disampaikan dalam arahan MUI Pusat beberapa waktu yang lalu bahwa MUI senantiasa mengembangkan motto khodimul ummah washodiqul hukumah. Khodimul ummah itu pelayan umat, kita merangkul semua ormas yang ada. Tapi juga pada sisi yang lain washodiqul hukumah, kami adalah partner pemerintah,” tegas KH Syaifuddin sebelum membacakan doa pembuka kegiatan Deklarasi dan Training of Trainer (ToT) Menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari yang digelar DPP LDII.
Lebih lanjut KH Syaifuddin mengatakan, sebagai khodimul ummah washodiqul hukumah, MUI tidak boleh terlalu condong ke kiri dan tidak boleh terlalu condong ke kanan. MUI mengarahkan semua ormas untuk menjadi umat yang betul-betul menjunjung tinggi nilai moderasi dan menjadi ummatan wasathon.
Pada kesempatan yang sama, KH Syaifuddin juga mendukung ProKlim yang sama-sama merupakan program pemerintah untuk terciptanya go green sehingga membuat warga merasa nyaman tinggal di dalamnya. “Ini sesuai dengan visi misinya MUI, satu di antaranya bagaimana ajaran-ajaran agama itu bisa diimplementasikan dalam perubahan yang nyata salah satunya ProKlim,” imbuhnya.
KH Syaifuddin selanjutnya mengajak semua ormas menjalankan syariat atau ajaran agama untuk menentukan kebijakan-kebijakan internal. Ia juga berharap LDII terus berinovasi dan menumbuhkan ide-ide yang lebih kreatif dalam rangka kontribusi untuk Indonesia yang lebih maju.

Diketahui, MUI DIY telah banyak memberikan dukungan pada program dan kegiatan LDII khususnya di DIY. Silaturrahim dan komunikasi terjalin baik dan intensif. Beberapa kegiatan yang telah dihadiri KH Syaifuddin di antaranya pelatihan dai lingkungan di Aula Masjid Al Huda, Sangurejo, Sleman, DIY pada Sabtu (10/6/2023), memberikan pembekalan kepada peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LDII DIY 2023 di Masjid Al-Fattah Kadirojo II, Kalasan, Sleman, pada Minggu (26/11/2023), dan menjadi narasumber Pelatihan Public Speaking yang diikuti ketua PC dan PAC LDII se-Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta yang dipusatkan di Masjid Mulyo Abadi, Sleman, pada Minggu (19/5/2024).
Selanjutnya, pada Deklarasi Sinergi LDII Menuju ProKlim Lestari ini juga turut dilakukan launching beberapa inovasi program, penyerahan 6 mesin potong rumput kepada 6 ketua RT di Padukuhan Sangurejo dan pemberian sertifikat penghargaan Bupati Peduli Sampah kepada Bupati Sleman dan Bupati Bantul. Acara dirangkaikan pula dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama LDII DIY dengan BKKBN DIY dan ditutup dengan ToT Kampung Iklim Guna Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.
Inovasi program yang dilaunching adalah 29 Karakter Luhur LDII Bidang Lingkungan Hidup, Living Museum Kampung Iklim Sangurejo dan Sekolah Lansia ProKlim. Dilansir pula “September Bulan Sedekah Air Pakai Sampah”. “Kami berharap dengan sinergi yang kuat ini, berbagai desa di seluruh Indonesia dapat menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan menjadi bagian dari ProKlim Lestari,” ujar Ketua DPP LDII Bidang Litbang, Iptek, Sumberdaya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) Prof Sudarsono.
Sebagai informasi, deklarasi dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024. Beberapa instansi turut hadir dalam deklarasi ini di antaranya BKKBN DIY, Kwarda DIY, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Perempuan LDII DIY, Sako Pramuka SPN DIY, Forkopimda Kabupaten Sleman, dan Forkopimcam Kapanewon Turi. (Nia/*)
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta