
Sleman (26/07) – Jogja Jambore Anak Sholih atau yang biasa disebut JOGJAS, merupakan event yang diadakan 3 tahun sekali. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Insan Prima bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sleman. Kali ini Masjid naungan Pimpinan Cabang (PC) Kapanewon Kalasan yang terletak di Kadirojo 2, Purwomartani Kalasan menjadi tuan rumah untuk Musabaqah berbagai bidang perlombaan di hari Pertama.
Acara ini langsung dibuka oleh Dewan Penasihat DPD LDII Sleman, H Eka Budiyana. Pada sambutannya Eka berpesan kepada dewan juri. Eka berpesan dewan juri supaya bisa bersikap dan berbuat yang adil. “Khususnya kepada dewan juri, yang namanya musabaqah itu adalah perlombaan, maka kepada dewan juri, bersikaplah dan berbuat yang adil seadil-adilnya. Jangan sampai keputusan panjenengan menjadikan rawan konflik antar peserta” ujar Eka Budiyana.
Selain kepada dewan juri Eka juga memberi semangat serta motivasi kepada peserta. “Kepada anakku sekalian, para peserta, kalian jangan grogi, anggap saja teman bersaing kalian ada dibawah kalian, jadi kalian yang terbaik. Tanamkan di pikiran kalian saya harus juara. ini sebagai motivasi agar kalian semangat, dan ini diutarakan dalam hati saja ya jangan diucapkan” Pungkasnya.

Jogjas sendiri dilaksanakan selama dua hari, yaitu di tanggal 26 – 27 Juli 2025. Pelaksanaannya pun di bagi di dua tempat. Hari pertama dilaksanakan di Masjid Al-Fatah Kadirojo 2 Purwomartani Kapanewon Kalasan dan di hari kedua dilaksanakan di Gedung Grha Instiper Yogyakarta. Pada hari pertama acara berfokus pada kegiatan musabaqah. Bidang – bidang yang menjadi musabaqah pada pagelaran Jogjas kali ini antara lain, Musabaqah Tartil Al-Qur’an, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Adzan, Musabaqah Tausyiah (Nasehat Agama), Musabaqah Syarh Al-Qur’an dan Hadits, serta Musabaqah Fahm Al-Qur’an (cerdas cermat Agama). Perlombaan ini diikuti jenjang Caberawit dan jenjang Pra remaja atau usia setara SMP.
Setiap Musabaqah, terdapat dua juri yang siap untuk menilai penampilan dari tiap – tiap peserta lomba. Para juri lomba dipilih oleh panitia, yaitu dari yang sudah berpengalaman dan ahli di bidangnya masing-masing. Selain itu, sebelum musabaqah, panitia juga mengadakan technical meeting khusus untuk para juri guna memperjelas kriteria penilaian.
Salah satu juri, Ikhsan Abdur, menilai musabaqah adzan kali ini mengalami peningkatan kemampuan peserta.
Ia juga menyebut bahwa ajang ini sebagai sarana untuk mengenal generasi muda yang berbakat.”Tahun ini untuk peserta dari tahun sebelumnya ada peningkatan dari segi kemampuan. Musabaqah ini merupakan pembinaan generasi muda, disamping itu kita jadi tau bakat – bakat dari generasi muda ini. Jika ada yang berpotensi bagus, ini bisa diberdayakan di majelis – majelis taklim, seperti diberi jadwal untuk adzan. dan mungkin bisa dikembangkan lagi untuk bakatnya dan mungkin bisa untuk mengikuti kejuaraan – kejuaraan yang lainnya” Ungkapnya.

Antusiasme peserta meningkat setelah dibagikan merchandise menarik berupa tumbler kepada seluruh kontingen musabaqah. Kontingen musabaqah ini berasal dari perwakilan MDT di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Sleman.
Melalui ajang JOGJAS ini, Yayasan Insan Prima bekerja sama dengan LDII berhasil menghadirkan wadah kompetisi bagi generasi muda. Hal ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan generasi muda tetapi juga pengenalan bakat di bidang keagamaan. Antusiasme tinggi dari peserta dan dukungan penuh panitia menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter anak-anak sejak dini.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta