Satu Frekuensi: Ajang Ta’aruf untuk Generasi Siap Menikah Tanpa Pacaran

ta'aruf generus
Kegiatan ta’aruf generus usia siap menikah dengan tema Satu Frekuensi dilaksanakan di Youth Centre Yogyakarta.

Sleman (21/7) – Ratusan generasi penerus (generus) LDII dari 5 kabupaten kota se-DIY memadati Youth Centre Yogyakarta dalam acara bertajuk Satu Frekuensi, Minggu (20/7). Kegiatan ini menjadi ajang ta’aruf (perkenalan) dan mempererat silaturrahim bagi generus usia menikah.

Acara yang dilaksanakan oleh DPW LDII DIY ini mengusung tema “Satu Frekuensi: Sarana Ta’aruf untuk Frekuensi Serasi”. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengenal satu sama lain dalam bingkai syariat Islam.

Iqbal Gustyno selaku Wakil Ketua Panitia menjelaskan acara ini sebagai wadah perkenalan antar generus yang selaras dengan visi misi pembinaan generus LDII. “Kebarokahan dalam hubungan akan lebih mudah diraih jika muda-mudi memilih proses ta’aruf sebagai jalan menuju pernikahan, bukan pacaran,” terang Iqbal.

Melihat realita yang ada terhadap kesiapan menikah remaja saat ini, DPW LDII DIY memberikan sosialisasi terkait indikator kesiapan menikah. “Peserta yang hadir paling tidak sudah sesuai dengan indikator tersebut, sehingga setelah acara ini mereka lebih siap untuk menikah,” kata Wakil Ketua DPW LDII DIY Qomarudin.

Kegiatan ini begitu penting bagi generus agar bisa lebih mempersiapkan diri menuju pernikahan. Terutama di era saat ini yang mana fenomena anak muda lebih memilih menunda menikah.

Menanggapi hal tersebut Qomar menerangkan fenomena ini termasuk permasalahan yang harus ditindaklanjuti dengan memantapkan kembali melalui keilmuan agama, guna lebih siap menuju pernikahan. “Menunda menikah otomatis menunda masa depan mereka. Dengan memberikan pemahaman ilmu pernikahan sesuai syariat Islam, diharapkan generus bisa menanamkan dirinya untuk tidak menunda menikah,” tambahnya.

Satu Frekuensi Balut Kegiatan Interaktif untuk Membangun Koneksi dan Kedekatan Antar Peserta

 

games lintas pos
Peserta Satu Frekuensi mengikuti permainan kelompok lintas pos yang dipandu oleh panitia acara.

Satu Frekuensi menghadirkan pendekatan yang ramah dan interaktif selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari sesi nasihat agama oleh Dewan Penasihat DPW LDII DIY KH. Isrudjito, permainan kelompok lintas pos, hingga diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion). Semua ini dirancang untuk mendorong komunikasi alami antar peserta.

Acara ini diikuti sekitar 285 peserta yang antusias mengikuti serangkaian acara. Terlihat sejak pagi saat peserta datang dan disambut hangat oleh panitia. Mereka kemudian diarahkan untuk mengikuti sesi demi sesi, termasuk makan siang dan salat berjamaah.

games interaktif
Games interaktif yang dilaksanakan dalam acara Satu Frekuensi untuk mengakrabkan peserta satu sama lain.

“Kami sangat berharap setelah acara ini generus bisa mendapatkan jodoh yang barokah. Tujuan dari ta’aruf untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah sebagai hasil akhirnya,” ujar Iqbal.

Banyak peserta mengaku merasa tercerahkan, memiliki pengalaman baru dalam saling mengenal antar generus yang siap menikah. Beberapa diantaranya berharap ada tindak lanjut ke jenjang yang lebih serius. Satu Frekuensi menjadi bukti bahwa pertemuan yang diniatkan karena Allah, bisa menjadi langkah awal membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

DPW LDII DIY berharap acara keakraban generus ini bisa lebih berkembang lagi. Terlihat dari kreativitas panitia bisa mengemas acara dan memancing kesemangatan peserta untuk bisa mengenal lebih dekat antar generus dan menjadi pribadi yang siap menikah.

Check Also

Ibadah Shalat Idul Fitri LDII Sleman Cerminkan Kekompakan Umat

Sleman (21/3) – Ribuan jemaah mengikuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan PC …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *