
Yogyakarta (25/7). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai program berbasis masyarakat selama periode 2021-2026. Kontribusi tersebut dijalankan melalui delapan bidang pengabdian LDII yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, lingkungan, teknologi digital, hingga energi terbarukan.
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin mengatakan, berbagai program yang dikembangkan LDII DIY memiliki keterkaitan langsung dengan sejumlah target SDGs, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan lingkungan. “LDII DIY berkomitmen melahirkan SDM profesional religius yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan dan karakter, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan agenda pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Di sektor lingkungan, LDII DIY menginisiasi 313 Kelompok Sedekah Sampah Berbasis Masjid sejak 2023. Gerakan tersebut diperkuat dengan program biopori, Jugangan Ing Omah (Jugangin Om), Jugangan Ing Masjid (Jugangin Mas), serta pendampingan Program Kampung Iklim (ProKlim). Padukuhan Sangurejo, Sleman, menjadi salah satu contoh keberhasilan dengan meraih ProKlim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2024 dan penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim tingkat Provinsi DIY. Sementara Padukuhan Kembang, Kulon Progo, meraih Sertifikat ProKlim Utama 2025.
Kontribusi terhadap SDGs juga dilakukan melalui pendidikan dan kesehatan. LDII DIY mengembangkan pendidikan berbasis boarding school yang memadukan pembelajaran akademik, keagamaan, dan pembentukan 29 Karakter Luhur. Di bidang kesehatan, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menyasar berbagai kelompok usia, termasuk lansia, disertai edukasi pemanfaatan tanaman herbal.
Sementara itu, sektor ekonomi syariah dikembangkan melalui KSPPS-P Budi Pekerti Luhur, BMT, dan koperasi pondok pesantren untuk memperluas akses ekonomi sekaligus mendorong kewirausahaan. Di bidang teknologi, LDII DIY menggelar pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan jurnalistik guna meningkatkan literasi digital masyarakat.
Upaya pembangunan berkelanjutan juga diperkuat melalui pemanfaatan energi bersih dengan pemasangan lampu tenaga surya di ProKlim Sangurejo serta sistem penampungan air hujan di Gedung Serbaguna Mantrijeron. Berbagai program tersebut selaras dengan sejumlah target SDGs, antara lain SDG 3 tentang kesehatan, SDG 4 tentang pendidikan, SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang inovasi, SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi bertanggung jawab, SDG 13 tentang perubahan iklim, SDG 15 tentang ekosistem daratan, dan SDG 17 tentang kemitraan.
Melalui Muswil VIII, LDII DIY akan mendorong penguatan program dan kolaborasi lintas sektor agar kontribusi masyarakat semakin terarah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pancamulia DIY melalui penguatan kualitas SDM, ketahanan lingkungan, dan pelestarian budaya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta