LDII DIY Terima Kunjungan 35 Pendeta Gereja Protestan dari Berbagai Daerah

LDII DIY Pendeta
DPW LDII DIY menerima kunjungan Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) di Kompleks Masjid Al Fattah Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (8/12/2023).

Sleman (11/12) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY menerima kunjungan dari Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) di Kompleks Masjid Al Fattah Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (8/12/2023).

ICRS merupakan konsorsium dari beberapa universitas yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana yang bertujuan sebagai pengembangan studi keagamaan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada MoU di antara 3 perguruan tinggi tersebut.

Tujuan rombongan ICRS berkunjung ke LDII adalah sebagai rangkaian dari Pelatihan “Kebhinnekaan dan Bina Damai”. Pelatihan ini diikuti oleh 35 Pendeta dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). Selain itu kegiatan silaturahim ini bertujuan untuk lebih mengenal LDII dan tantangannya dalam kehidupan keagamaan yang beragam di Indonesia.

Pada kunjungan ini, kegiatan yang dilakukan antara lain pemaparan dari Pondok Pesantren Mahasiswa Baitul Hamdi, sambutan dari LDII dan ICRS serta forum tanya jawab dan diskusi. Dr Leonard Ch Epafras mewakili dari ICRS dalam sambutannya mengungkapkan rasa senangnya atas sambutan yang diberikan LDII. ”Perjumpaan ini meskipun singkat, namun semoga tambah mempererat persaudaraan terutama dengan LDII, semoga menjadi langkah untuk kerja sama,” ungkapnya.

LDII DIY Pendeta
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin memberikan kenang-kenangan berupa kain ecoprint hasil karya warga LDII.

Leonard juga menjelaskan salah satu tujuan dari ICRS sendiri selain studi adalah mengenai sejarah agama. ”Kami juga melakukan kajian lintas agama, salah satu tujuannya adalah untuk meminimalisir konflik antar umat beragama, saya sendiri juga belajar mengenai Islam,” pungkasnya.

Pendeta Imanuel E Raintung, S.Th., M.M. selaku perwakilan dari GPIB dalam sambutannya menjelaskan maksud dan tujuannya serta menjelaskan bahwa sudah pernah berkunjung ke beberapa pondok pesantren di bawah naungan LDII. Ia juga berteman baik dengan beberapa pengurus di jajaran DPP, ”Kami atas nama Gereja Protestan  di bagian barat, disini dalam rangka belajar tentang kebhinnekaan, dan terpilihlah Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Pihaknya pun mengaku berteman akrab dengan Ketum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP LDII H Tri Gunawan Hadi, serta beberapa pengurus DPP LDII lainnya. “Saya bersyukur tanggal 7 November yang lalu, berkesempatan menghadiri Rapat Kerja Nasional LDII,” ungkapnya. Perwakilan GPIB sendiri sekitar 33 orang yang mewakili dari beberapa daerah mulai dari Kalimantan, Sumatera dan Jawa.

LDII DIY Pendeta
Foto bersama pengurus LDII bersama pengurus ICRS usai pelatihan “Kebhinnekaan dan Bina Damai”.

Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., dalam sambutannya menjelaskan beberapa program unggulan LDII khususnya di DIY, mulai dari lingkungan hidup seperti Program Kampung Iklim (ProKlim) yang ada di Sangurejo, Turi, dan ecoprint. Atus juga menjelaskan dari beberapa program terutama mengenai lingkungan hidup ini sangat memungkinkan untuk LDII menjalin kerja sama, karena permasalahan lingkungan tidak memandang agama.

”Kami mempunyai program Kampung ProKlim, salah satu program untuk mengatasi masalah lingkungan yang alhamdulillah sudah dikunjungi dari luar negara, karena isu lingkungan ini tidak memandang agama, jadi kami dari LDII mengajak untuk mari bekerjasama mengatasi isu ini,” ungkapnya.

Atus juga menjelaskan tentang toleransi antar umat beragama di LDII salah satu contohnya adalah penggunaan suara sound dari masjid, ”Kami mempunyai kebijakan sendiri salah satunya adalah suara sound masjid, ada kalanya suara dari masjid soundnya kedalam ketika adzan, karena kami berusaha untuk saling memahami masyarakat sekitar,” terang Atus.

Check Also

Sako SPN DIY

Tingkatkan Kapasitas Pembina, Sako SPN DIY Gelar Pelatihan Kepramukaan

Sleman (25/4). Dalam rangka meningkatkan kapasitas pembina gugus depan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *