Jakarta (28/10) – Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 menjadi momen bersejarah yang penting bagi Indonesia. Pemuda dari berbagai daerah yang tergabung dalam Kongres Pemuda II menyuarakan keberanian untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa—Indonesia. Dalam momentum Sumpah Pemuda 2024, DPW LDII DIY pada hari sebelumnya telah sukses menggelar Akrab Muda di Youth Center, Sleman, Yogyakarta untuk menggaungkan semangat persatuan.
Dari Jakarta, Ketua DPP LDII Edwin Sumiroza mengungkapkan saat itu para pemuda gigih memperjuangkan Sumpah Pemuda tidak sekadar punya modal pekik. Mereka mencetuskan visi tentang bagaimana bangsa ini harus merawat persatuan di masa depan. Mereka memperjuangkan persatuan dengan visi besar Bhinneka Tunggal Ika, yang menjaga harmoni di tengah keragaman.
“Sumpah Pemuda sebagai pemikiran Pemuda yang selalu maju dengan mimpi besar. Keberanian pemuda untuk bertekad menghimpun kekuatan bangsa saat itu melalui persatuan sebuah bangsa dari berbagai keragaman suku, budaya, agama dan bahasa,” ungkap Koordinator Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, Seni dan Budaya (PKOSB) DPP LDII.
Edwin menekankan bahwa toleransi menjadi modal utama dalam merajut persatuan di tengah keragaman tersebut. Dengan semangat itu, Sumpah Pemuda telah menjadi fondasi sosial dan budaya yang terus dijaga hingga kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Kini, semangat tersebut diharapkan terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk memperkokoh persatuan dan merawat kebhinekaan yang menjadi kekayaan Indonesia, terutama dalam menghadapi arus globalisasi di era modern.
“Di era globalisasi ini, pemuda Indonesia perlu lebih peka dan selektif terhadap informasi serta pengaruh dari luar. Tantangan yang kita hadapi hari ini berbeda, tetapi esensi yang diwariskan Sumpah Pemuda tetap sama—memupuk persatuan dalam keberagaman,” jelasnya.
Edwin menegaskan bahwa penguatan nasionalisme, wawasan kebangsaan, bela negara dan cinta tanah air harus tetap menjadi prioritas utama. Melalui pendidikan, budaya, dan karya, pemuda diharapkan mampu memperkuat identitas Indonesia di kancah internasional sambil tetap berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

Senada dengan Edwin, Ketua DPW LDII DIY Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. saat membuka Akrab Muda 2024 menegaskan pentingnya peran generasi muda menyongsong era teknologi yang semakin pesat. “Perkembangan teknologi membawa dua sisi, yaitu positif dan negatif. Pengaruh negatif bisa membahayakan pemuda kita, terutama yang masih dalam tahap pembentukan karakter. Oleh karena itu, acara Akrab Muda ini sangat penting sebagai wadah pembinaan yang melindungi mereka dari pengaruh negatif, sekaligus membekali mereka dengan pemahaman agama yang kuat,” papar Atus.
Akrab Muda 2024 berlangsung selama 2 hari, pada 26-27 Oktober 2024 yang mengumpulkan hampir 300 mahasiswa baru dari berbagai universitas di DIY dan sekitarnya. Pada hari kedua, dilaksanakan outbond untuk melatih kerjasama yang baik. Diharapkan dari acara tersebut, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut akan terpupuk persatuan dan kesatuan.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta