Muslim Etiopia Apresiasi Kyai Peduli Sampah LDII DIY

Muslim Etiopia
Muslim Etiopia mengunjungi Kampung Proklim Sangurejo Turi, Sleman. Mereka mengapresiasi program Kyai Peduli Sampah LDII DIY.

Sleman (14/12) – Pasca kunjungan Universiti Putra Malaysia (UPM), Kampung Sangurejo Sleman kembali menerima tamu luar negeri, yakni Direktur Eksekutif Ethiopian Muslims Relief and Development Association (EMRDA), Awed Jibril Muhammed dan Kepala Departemen Keamanan Pangan, WASH dan Pengembangan Lingkungan, Abdulwehab Kelil Tilmo, Kamis (7/12/2023).

Keduanya didampingi oleh Sisay Tekle Gebremedhin (Norwegian Church Aid/NCA) dan Soren Moestrup (the International Centre for Research in Agroforestry). Turut hadir pula David Sanjaya Simanjuntak (Tropenbos Indonesia), Yosa Abduh Alzuhdy (KKN UNY), Atus Syahbudin (LDII DIY), Agus Kurniawan (BRIN), Ira Fatmawati (Ecoprinter DIY), Jumiati (SMA IMBS Yogyakarta), dan tim penggerak Kampung ProKlim Sangurejo, antara lain: H. Suharja Wahyana (Ketua RT), Nur Rahmat Fitriyanto (Ketua Pokdarwis), M. Chairul Huda (Ketua Proklim Sangurejo), Titik Sukayawati (Ketua Penggerak PKK), Parsiah, Erna, Turina, Nanik, Nurohmah Nuraini, dan Uswatun Hasanah (Ketua Kelompok Wanita Tani).

Mengawali pertemuan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DIY, Atus Syahbudin menjelaskan bahwa program Kampung Iklim (ProKlim) di Sangurejo merupakan pelaksanaan program kerja LDII DIY tahun 2023. Program ini adalah hasil perluasan gerakan “Dari Sampah Jadi Jariah” yang diinisiasi pada tahun 2022. Lalu disusul dengan deklarasi Kampung ProKlim Sangurejo (26 Februari 2023), pelatihan Dai ProKlim (10 Juni 2023), peluncuran Kyai Peduli Sampah dan Jugangan Ing Omah/Jugangin Om (Agustus 2023), serta peresmian 313 Kelompok Sedekah Sampah Berbasis Masjid oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kusno Wibowo, ST., M.Si. (26 November 2023).

“Tiga strategi sudah diujicobakan di Kampung Sangurejo. Pada akhirnya kami menemukan cara terbaik untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan Kampung ProKlim,” jelas Atus. Bahkan aksi nyata “Kyai Peduli Sampah” tersebut diganjar Juara I Lomba Lingkungan Hidup Tingkat Nasional yang dihelat oleh DPP LDII dalam rangka Rakernas LDII 2023 yang dibuka oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Selain bersama LDII, masyarakat Kampung Sangurejo kini telah berkolaborasi dan bersinergi pula dengan Pemda Sleman, MUI DIY, Kanwil Kemenag DIY, Kwarda DIY, Sako Sekawan Persada Nusantara, BRIN, UGM, INSTIPER, P3E Jawa, DLHK, BKSDA, dan Asosiasi Eco-printer Indonesia DIY.

Sementara itu, pada sesi selanjutnya, Sisay menjelaskan mengenai NCA yang awalnya bergerak dalam bidang HAM, perdamaian, dan gender. Kemudian menambahkan kegiatan untuk merespon isu lingkungan, seperti waste management, climate and environmental partnership.

NCA melakukan pendekatan lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan di Etiopia. Program kolaborasi antar agama pun diupayakan. “Pendekatan agama merupakan pendekatan yang mudah dalam menjangkau masyarakat dalam mengelola lingkungan,” jelas Sisay.

Menurut alumni Jurusan Agronomi, Universitas Alemaya dan St. Mary’s University College ini nilai-nilai dalam kitab suci dapat diangkat dalam kotbah dan pengajaran. Hal ini bisa meningkatkan perhatian terhadap lingkungan berbasis kitab suci. Bahkan melibatkan masyarakat ke dalam lingkungan, kehidupan sehari-hari, dan upaya konservasi lingkungan.

“Kesadaran bahwa lingkungan bagian dari kehidupan terus meningkat. Cara ini bisa menggait banyak orang untuk terlibat,” Sisay menambahkan. Kain syal ecoprint karya Ira Fatmawati bertuliskan LDII menghiasi lehernya.

NCA memiliki beberapa proyek seperti Ethiopia Interfaith Initiative 4 Forest Conservation & Climate Action (NICFI 2021-25) atau Ethiopian Church Forest Initiative. Pada tahap berikutnya proyek semakin meluas ke tempat yang lain sembari menjalin kerja sama dengan organisasi muslim lokal, seperti: EMRDA.

EMRDA memiliki visi dan misi yang sama dengan NCA di dalam belajar bagaimana pengelolaan lingkungan, termasuk perhutanan sosial di Etiopia. Sebagai tempat pertama kalinya hijrah sahabat Nabi Muhammad SAW sebelum ke Madinah, menjadikan masyarakat Etiopia terbiasa mengaji.

Menurut Awed, para ulama dan pemimpin agama/imam juga mengajar masyarakat untuk melindungi hutan serta menjadikan pendapatan alternatif lainnya agar tidak memasuki hutan atau merusaknya.

“Ini bagian dari ibadah. Kewajiban agama. Imam mengajar masyarakat melindungi hutan. Ada hubungan antara Tuhan dan hutan, sehingga masyarakat menciptakan pendapat tanpa menebang hutan,” ungkap Awed.

Di akhir pertemuan, Awed juga memuji capaian Kampung ProKlim Sangurejo.
Sangurejo climate village have done amazing achievements build up on what have achieved you will contribute for the word,” tulis Awed di papan kanvas putih.

Demikian pula Ketua MUI DIY, Prof. KH. Machasin, MA. dan Kepala Pusat P3 Ekoregion Jawa, Dr. Abdul Muin turut mengucapkan bagus, selamat dan sukses serta mendoakan semoga semakin mantab dan terus berkembang.

Check Also

PC LDII Tarakan Timur

Pererat Silaturahim, Wali Kota Tarakan Safari Ramadan di Masjid Baitul Nurkholis Naungan LDII Tarakan Timur

Tarakan (15/3). Pemerintah Kota Tarakan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M. Kali ini, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *