
Sleman (14/6) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sukoharjo menggelar kegiatan keakraban yang unik dan kreatif. Hal ini dalam rangka mempererat tali silaturahim dan meningkatkan rasa kebersamaan antar generasi muda. Acara yang mengusung konsep memasak bersama ini diselenggarakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026. Berbeda dari biasanya, menu utama yang menjadi benang merah keseruan kali ini adalah kuliner khas Timur Tengah, yaitu kebab.
Suasana hangat dan penuh keceriaan langsung terasa sejak pagi hari di lokasi acara yang bertempat di salah satu teras masjid. Pemuda dan pemudi tampak antusias berkumpul dengan menggelar tikar di atas lantai hitam yang bersih. Tanpa ada sekat kecanggungan, mereka membaur tetapi tetap menjaga jarak antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu kental khas pemuda LDII.
Kegiatan diawali dengan fase persiapan bahan-bahan secara gotong royong. Kelompok pemuda dan pemudi membagi tugas secara adil dan teratur. Ada yang bertugas mengupas dan mengiris bawang bombay. Ada juga yang memotong sosis serta daging sebagai isian utama, hingga mencuci sayuran segar seperti selada dan timun. Semua proses persiapan dilakukan secara lesehan, mengutamakan kesederhanaan namun tetap menjaga kebersihan makanan.
Keunikan acara ini terlihat dari proses pembuatan kebab yang dilakukan secara mandiri dari awal hingga akhir. Setelah bahan siap, peserta memanggang daging, sosis, dan menumis bumbu menggunakan wajan serta kompor portabel. Aroma harum dari bumbu kebab yang khas pun langsung merebak ke seluruh ruangan, memicu gelak tawa dan candaan di antara para peserta yang sudah tidak sabar mencicipinya.
Kegiatan Tidak Hanya Sekedar Mengasah Keterampilan tetapi Memperkukuh Kerukunan
Tidak hanya lihai dalam menyiapkan bahan, para peserta juga unjuk kebolehan dalam meracik dan melipat kulit tortila. Dengan telaten, lembar demi lembar kulit kebab diisi dengan kombinasi sayuran, daging, sosis, serta siraman saus dan mayones, sebelum akhirnya dipanggang hingga kecokelatan. Kerja sama yang solid sangat terlihat di sini, di mana mereka saling bantu agar bentuk kebab yang dihasilkan rapi dan menggugah selera.
Setelah seluruh proses memasak selesai, tibalah momen yang paling dinantikan, yaitu makan bersama hasil kreasi masing-masing. Dengan penuh rasa bangga, beberapa pemuda tampak memamerkan piring-piring berisi kebab yang siap disantap ke arah kamera. Momen makan bersama ini menjadi puncak dari kebersamaan, di mana mereka saling berbagi cerita, bercanda, dan menikmati hidangan dalam suasana yang sangat santai.
Melalui kegiatan membuat kebab bersama ini, pemuda-pemudi LDII PAC Sukoharjo tidak hanya berhasil mengasah keterampilan memasak dan kuliner mereka, tetapi juga berhasil memperkukuh pilar kerukunan dan kekompakan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang menampilkan senyum lebar dan raut wajah bahagia dari seluruh peserta, menjadi bukti suksesnya agenda keakraban di hari Minggu tersebut.
Penulis: Haviz Alwan
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta