Rakor Bidang EPM, LDII DIY Gerak Cepat Tindak Lanjuti MoU LDII-BSI

SLEMAN (30/3) – Pengurus DPW LDII DIY menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) LDII dan PT. Bank Syariah Indonesia (BSI). Rapat koordinasi (Rakor) dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti seluruh DPW LDII se-Indonesia, Sabtu (26/3/2022).

Hadir di studio LDII DIY dari pihak mitra dan Bank Syariah Indonesia, Deputy Funding & Transactional BSI RO 7 Semarang Dede Irawan Hamzah, Funding & Transactional Relationship Manager BSI Yogyakarta Agus Wijayanto dan staf Winda Kartika. Lalu Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., Drs. H. Gathot Wardoyo, An Nuur Budi Utama, S.T., Dr. Suyanto, S.Ak., M.Si., H. Darmanta, dan H. Megaroni Aprilian Doni Wardani.

Ketua Bidang EPM DPP LDII Ardito Bhinadi, S.E., M.Si., menyampaikan program umum tahun 2021-2026 salah satunya adalah Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Pemulihan Ekonomi Menuju Indonesia Maju.

Menurut Ardito, pengembangan ekosistem ekonomi syariah antara BSI dan LDII dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain melalui peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kapasitas kelembagaan, membangun ketahanan ekonomi keluarga, digitalisasi serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Sementara itu, Vita Andrianti Group Head Funding Hajj and Umrah BSI menjelaskan bahwa QRIS memiliki banyak manfaat, antara lain bebas biaya transaksi, kemudahan pencatatan, aman, cepat dan efisien. “Apalagi era sekarang ini orang lebih khawatir ketika tidak membawa hp daripada dompet,” katanya. Disebutkannya, layanan BSI sendiri sudah memiliki akses pada 3 perangkat, yaitu laptop, hp dan EDC.

Senada dengan Vita Andrianti, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin mengiyakan manfaat QRIS, “Dengan adanya QRIS di masjid-masjid binaan LDII, akan memudahkan warga LDII dan masyarakat sekitar untuk bersedekah kapan saja dengan nominal berapa pun. Semuanya akan tercatat dengan rapi secara otomatis oleh sistemnya BSI,” katanya.

Atus mencontohkan, Masjid Ummu Dani Salamah binaan LDII di Sambisari yang selama ini halaman parkir masjidnya sering penuh digunakan oleh pengunjung Saoto Batok, “Nah, tanda QRIS bisa dipasang pula di halaman parkir,” ujarnya.

Ditambahkan Atus, BSI Yogyakarta melalui Funding and Transaksional Relationship Manager mengharapkan pemasangan QRIS di masjid-masjid yang dikelola LDII dapat direalisasikan pada awal ramadhan. “Pak Agus berharap kerja sama dengan BMT dan UB pun dapat dilaksanakan sesegera mungkin,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, pengurus LDII DIY akan bertemu di kantor pusat BSI Yogyakarta pada Kamis (31/3/2022), “Termasuk membawa data BMT dan UB,” tutup Atus.

Kerja sama LDII-BSI turut mendapat dukungan dan doa dari berbagai pihak. Di antaranya pakar ekonomi syariah DIY, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY Prof. Dr. H. Muhamad, M.Ag., Kesbangpol Kota Yogyakarta yang juga putri Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI DIY 2021-2026 Wiwied.

Melalui pesan singkat whatsApp, wiwied mengapresiasi perkembangan gerak LDII saat ini. Begitu pula pengurus Majelis Tafsir Alquran (MTA) DIY Ust. Sri Mulyana yang berharap LDII menjadi pionir untuk ekonomi syariah.

Check Also

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat memaparkan Materi pada Munas X LDII 2026

Fadli Zon dan Abdul Mu’ti Tekankan Peran Budaya dan Pendidikan di Munas X LDII

Jakarta (9/4) — Pada gelaran Munas X LDII, Fadli Zon Menteri Pendidikan Fadli Zon menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *