
Yogyakarta (20/10). Dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dipaparkan materi tentang Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjamin Mutu. Acara berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM), Kota Yogyakarta, Sabtu (18/10).
Materi disampaikan oleh Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPW LDII DIY, Mulyono. Dalam laporannya, ia memaparkan tiga fokus utama program prioritas DPW LDII DIY, yakni Monev Penjamin Mutu, program mandatori DPP, dan program lokal DPW.
“Prinsip dari monev adalah instrumen peningkatan kinerja yang berorientasi pada asas kebermaknaan, serta memberikan umpan balik dan rekomendasi,” ujar Mulyono. Ia menegaskan, monev menjadi alat penting untuk meningkatkan kapasitas pengurus organisasi serta memetakan capaian kinerja dalam rangka penguatan legitimasi LDII di mata pemerintah, masyarakat, dan lembaga lainnya.
Lebih lanjut, Mulyono menyampaikan program mandatori DPP LDII terkait peningkatan kompetensi guru dalam pengembangan Asta Cita di bidang SDM. “Program ini akan segera kami tindaklanjuti di tingkat DPW,” jelasnya.
Selain itu, Mulyono juga menekankan pentingnya implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang terintegrasi dengan 29 karakter luhur. Dalam pelaksanaannya, Mulyono mendorong kolaborasi antara Asosiasi Dosen LDII DIY dan rencana pembentukan Asosiasi Guru LDII DIY agar sekolah-sekolah naungan LDII dapat berperan aktif dalam penanaman karakter generasi muda.
“Sekolah-sekolah naungan LDII diharapkan menjadi sekolah favorit, tujuan utama para orangtua dan siswa. Karena itu, perlu penguatan dari sisi kurikulum, manajemen, dan program yang relevan,” tambahnya.
Menutup sesi monev, Mulyono menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa dampak positif bagi kemajuan organisasi. “Yang sudah bagus supaya terus ditingkatkan, dan yang masih perlu diperbaiki agar segera disempurnakan,” pungkasnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta