
Yogyakarta (20/10). Dalam upaya memperkuat karakter dan semangat kontribusi generasi muda, Pemuda LDII Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Akrab Muda dengan tema “Generus Resilien Berprestasi, Semangat Berkontribusi Berakhlak Islami Menyongsong Tantangan Zaman”. Acara ini digelar di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM) diikuti oleh ratusan mahasiswa baru LDII se-DIY pada Sabtu (18/10).
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menjadi ajang silaturahim, pembekalan, sekaligus motivasi bagi generasi muda LDII yang sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus di Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, memberikan pembekalan kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya tiga manajemen utama yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa LDII, yakni manajemen pertemanan (friend management), manajemen waktu (time management), dan manajemen keuangan (money management).
“Kenali 100 persen teman kalian. Ketahui bukan hanya nama, tapi juga potensi, kemampuan, dan akses yang dimiliki. Lingkungan pertemanan sangat menentukan arah dan perkembangan kalian di kampus,” ujar Atus dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan waktu yang disiplin merupakan kunci keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. “Jadilah muballigh yang sarjana, dan sarjana yang juga muballigh. Rancang cita-cita dengan jelas, breakdown ke dalam target-target harian atau bulanan, dan nilai diri kalian sendiri—sudah sampai mana? Terus tingkatkan usaha sesuai target,” lanjutnya.
Atus juga menegaskan pentingnya menjaga rutinitas mengaji, mengikuti pelatihan atau kursus pengembangan diri, serta menghindari menyia-nyiakan waktu. “Jangan banyak tidur, jangan banyak menganggurkan diri. Sehari menyia-nyiakan waktu, kalian akan menua dan waktu tak bisa diulang. Demi waktu, wal ‘ashr,” pesan Atus seraya mengutip QS Al-‘Ashr yang dibacakan pada sholat maghrib sebelumnya.
Selain itu, dalam hal manajemen keuangan, Atus mengajak mahasiswa untuk belajar hidup hemat dan bijak dalam mengatur uang, mengingat kehidupan mahasiswa tidak lepas dari tantangan finansial dan tuntutan produktivitas.
“Ketahui tujuan akhir kalian. Lari yang konsisten, jangan menyerah. Doa orangtua adalah kunci keberkahan dalam setiap langkah kalian,” tutup Atus, memberi pesan mendalam tentang pentingnya konsistensi dan restu orang tua dalam perjalanan hidup generasi muda LDII.
Melalui kegiatan Akrab Muda ini, Pemuda LDII DIY berharap dapat menumbuhkan semangat resilien dan berprestasi pada mahasiswa LDII, sekaligus membentuk generasi yang tangguh, mandiri, serta berakhlak islami dalam menghadapi tantangan zaman.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta