DPD LDII dan BKKBN Kota Yogyakarta Sosialisasikan Sekolah Lansia

Yogyakarta – DPD LDII Kota Yogyakarta bersama BKKBN Kota Yogyakarta menggelar sosialisasi Sekolah Lansia jelang akhir tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di MDT Al-Kayyis, Sidobali, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta. Sosialisasi ini diikuti oleh para lansia berusia 60 tahun ke atas serta keluarga yang memiliki anggota lanjut usia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempersiapkan pembentukan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta. DPD LDII Kota Yogyakarta menggandeng BKKBN sebagai mitra strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pembinaan lansia secara terarah dan berkelanjutan.

Perwakilan Pengurus DPD Kota Yogyakarta berfoto bersama Peserta Sosialisasi Sekolah Lansia dan Pemateri dari BKKBN Kota Yogyakarta

Dalam sosialisasi tersebut, Yulia dari BKKBN Kota Yogyakarta hadir sebagai narasumber utama. Pada sesi pembukaan, ia menekankan bahwa pembentukan Sekolah Lansia harus diawali dengan penguatan Kelompok Bina Keluarga Lansia. “Pembentukan Kelompok Bina Keluarga Lansia menjadi langkah awal sebelum mendirikan sekolah lansia, karena kelompok ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta lansia agar tercipta lansia yang tangguh,” jelasnya.

Yulia juga menjelaskan definisi lansia berdasarkan regulasi yang berlaku. “Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1998, lansia adalah penduduk yang berusia 60 tahun atau lebih,” ujarnya. Menurutnya, kelompok usia tersebut membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus, terutama dari keluarga sebagai lingkungan terdekat.

Program Bina Keluarga Lansia dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui keterlibatan aktif keluarga. Melalui program ini, lansia diharapkan dapat menjalani kehidupan yang sehat, bertakwa, mandiri, produktif, serta tetap memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Seluruh kegiatan pembinaan diarahkan untuk meningkatkan partisipasi, kemandirian, serta kemampuan lansia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, program ini juga menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam menjaga ketahanan lansia. Lansia tangguh digambarkan sebagai individu yang sehat secara fisik, sosial, dan mental, serta mampu hidup mandiri, aktif, dan produktif di usia lanjut.

Tahapan Pelaksanaan Bina Keluarga Lansia

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Bina Keluarga Lansia mencakup beberapa tahapan penting. Pertama, penyuluhan dilakukan melalui temu keluarga yang melibatkan lansia dan anggota keluarganya. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi materi dan pengalaman terkait pembinaan agama, fisik, serta psikologis.

Kedua, dilakukan kunjungan rumah bagi keluarga lansia yang tidak mengikuti kegiatan selama dua kali berturut-turut. Ketiga, program menyediakan layanan rujukan bagi lansia yang membutuhkan penanganan khusus ke fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, panti wreda, maupun puskesmas. Keempat, dilakukan pencatatan dan pelaporan jumlah anggota lansia secara berkala. Kelima, monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk menilai efektivitas serta keberhasilan program.

Konsep lansia sehat dalam program ini mencakup tujuh dimensi, yaitu spiritual, fisik, lingkungan, intelektual, emosional, sosial, dan vokasional. Spiritual yang baik membantu lansia menjaga ketenangan batin. Kesehatan fisik didukung melalui penerapan pola hidup sehat dan aktivitas teratur. Lingkungan yang kondusif turut menunjang kesehatan fisik dan mental lansia.

Aspek intelektual dijaga melalui pembelajaran sepanjang hayat. Dimensi emosional diperkuat dengan kemampuan mengelola emosi dan membangun kemandirian. Dimensi sosial mendorong lansia tetap aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, dimensi vokasional memberikan ruang bagi lansia untuk tetap produktif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Melalui kegiatan sosialisasi Sekolah Lansia ini, DPD LDII Kota Yogyakarta berharap dapat memperkuat peran keluarga dalam mendampingi lansia. Program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lansia yang tangguh, sehat, mandiri, dan berdaya guna di Kota Yogyakarta.

Check Also

Hadiri Pembukaan Hari Amal Bakti Kemenag, LDII Bintan Dukung Program Ekoteologi

Bintan (13/12). DPD LDII Kabupaten Bintan menghadiri undangan pembukaan “Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama” …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *