Sleman – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DIY sukses menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Budidaya Melon Premium di Aula kompleks Kantor DPD LDII Sleman, jalan Manunggal Mlati Glondong, Sendangadi, Sleman pada Sabtu (18/1/2025).

Program kerja pertama DPW LDII DIY di Tahun ini bertemakan “Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Program Ketahanan Pangan” dan dihadiri oleh 40 perwakilan masing-masing DPD tiap kabupaten. Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. sendiri langsung membuka acara tersebut.
“Acara hari ini bukan tiba-tiba dan tanpa sebab. Bapak ibu yang hadir di sini adalah pilihan, yang diharapkan menjadi pelatih untuk melatih warganya di wilayah masing-masing. “Nanti Saya akan tanya kepada para Ketua DPD, untuk cek sejauh mana kinerjanya,” kelakar Dosen Kehutanan UGM ini.
Dakwah Lingkungan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Atus Syahbudin menekankan komitmen LDII untuk membantu program prioritas pemerintah khususnya program ketahanan pangan. Hal tersebut sebagai bentuk adaptasi LDII sebagai organisasi dalam berdakwah dengan lingkungan. “Mengacu dari Firman Allah SWT yang artinya ‘Jadilah diri kalian menjadi umat yang mengajak pada kebaikan’ maka LDII juga harus bisa berbuat kebaikan.” lanjut Atus di hadapan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, Drs. H. Syaifudin Jufri, M.A. dan Drs. H. Jumarodin, M.M. selaku pengurus Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Umat Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY yang berkesempatan hadir di acara tersebut. H Jumarodin juga menjabat sebagai anggota Komisi Ekonomi dan Bina Kesejahteraan Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY.

Di sisi perwakilan MUI dan DMI, Ketua DPW LDII DIY menyampaikan bahwa dakwah lingkungan LDII khususnya di DIY yang sudah berjalan di beberapa desa itu berwujud kampung iklim. Salah satunya Desa Wisata Sangurejo, di Wonokerto, Turi, Sleman. Pada bulan Agustus 2024, Ia berhasil mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai Program Kampung Proklim (Proklim) Utama.
Kesan Peserta ToT Budidaya Melon Premium
Salah satu peserta, Nurdin Mustofa ingin menyanggah mitos kaum muda yang jarang mengikuti pelatihan semacam ini. Apalagi pertanian yang notabenenya ada di sawah, tidak cocok dengan kaum muda yang cenderung malas. “Padahal bertani kan tidak harus ke sawah ya. Ada program urban farming yang memanfaatkan lahan sempit gitu. Bisa di pekarangan rumah dengan poly bag atau planting bag, kaya gitu kan bisa dilakukan.” kata Pemuda berambut panjang ini.
Untuk langkah selanjutnya, Nurdin mengatakan ingin coba menanam di rumah dengan skala kecil. Jika berhasil, Ia akan lanjutkan dengan latihan menuju penanaman konvensional. “Jadi penanaman itu tidak harus selalu membutuhkan biaya yang mahal. dengan dosis-dosis yang kecil kan bisa dengan pupuk eceran skala rumahan yang cocok untuk pemula seperti saya.” tegas Nurdin.

Budi Sanggapan, peserta lain utusan dari DPD LDII Bantul mengaku tertantang. Budidaya melon premium adalah hal yang baru bagi Pria paruh baya ini. Meski di daerah asalnya ada banyak tanaman melon sebelum musim penghujan. “Setelah mengikuti ToT ini, Saya mewakili teman-teman di Pondok Kami (Pondok Al Barokah) di Sanden Bantul. Semoga Kami bisa menggerakan Santri-santri sehingga harapannya bisa menambah sumber penghasilan bagi Pondok maupun masyarakat sekitar Pondok kami. Kami mempunyai 60 santri,” tutur Budi optimis.
Writer: Umar
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta