
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY bertekad menerapkan 29 karakter luhur yang dicanangkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII untuk pembinaan warganya. Salah satunya dengan mengajak para warga untuk bekerja keras, cerdas dan cermat serta ibadah yang banyak.
Dalam rangka mewujudkan bekerja keras, cerdas dan cermat ini, pada hari Sabtu (18/1/25) diadakan Training of Trainer (ToT) Budidya Melon Premium bagi warga LDII. Sedangkan ibadah yang banyak, dengan melakukan amalan-amalan sunah selain amalan wajib yang sudah ditentukan dalam Alquran dan Alhadis.
ToT berlangsung di Aula Pondok Pesantren Mulyo Abadi, Mulungan, Sendangadi, Mlati, Sleman dan diiikuti 40 peserta perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten/Kota se-DIY.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin menjelaskan bahwa dengan budidaya melon premium, berarti sudah menerapkan salah satu point dari 29 karakter luhur. “Agar dapat menghasilkan buah melon yang berkualitas, dibutuhkan kerja keras, cerdas dan cermat. Ini salah satu penerapan 29 karakter luhur,” jelasnya. Selain karakter luhur, kegiatan ini juga sebagai salah satu ujud dukungan LDII DIY terhadap program pemerintah dalam hal ketahanan pangan.
Atus juga berpesan agar materi yang diperoleh dari narasumber dapat disampaikan kepada seluruh warga di daerah masing-masing. “Bapak ibu yang hadir di sini termasuk pilihan, yang diharapkan menjadi pelatih untuk melatih warganya di wilayah masing-masing,” pesan Atus. “Nanti saya akan tanya kepada para ketua DPD, untuk cek sejauh mana kinerjanya,” imbuhnya
Melihat program untuk kemaslahatan umat ini, Ketua Komisi Dakwah MUI DIY, KH Syarifuddin Jufri siap mendukung. Bahkan diharapkan ormas lain bisa mengikuti langkah LDII DIY ini. “Program kerja LDII ini bisa diikuti ormas lain dan MUI DIY siap membantu sosialisasi,” ungkapnya. Diakui bahwa selama ini LDII paling konsen dalam hal ketahanan pangan.
Ditambahkan KH Syarifuddin, apabila semua ormas bisa bersatu dalam ketahanan pangan, maka bangsa Indonesia yang adil dan makmur akan cepat terwujud. “baldatun toyyibatun wa robbun ghofur, akan cepat terwujud,” imbuhnya.

Anggota Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Umat, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) DIY, mewakili Ketua DMI DIY, H. Jumarodin, menyampaikan bahwa untuk merawat hidup mulia abadi berbasis nilai ajaran Islam dapat dilakukan melalui pemberdayaan umat yang berfokus pada ketahanan pangan.
Ditambahkan H. Jumarodin, DMI senang apabila di setiap daerah ikut memakmurkan masjid. “Untuk memakmurkan masjid, bukan hanya shalat 5 waktu, tetapi juga harus melihat lingkungan kanan kiri,” imbuhnya. Dengan melihat lingkungan sekitar, berarti keberadaan umat bisa memberikan manfaat.
Jumarodin juga menegaskan bahwa agar sebuah usaha bisa bertahan lama, maka harus ada kerja sama bukan sama-sama kerja. Sinergi dan kolaborasi harus dihidupkan. “Setelah ToT ini, apapun usaha kita masing-masing, mari hidupkan kerja sama. Saya di sini juga dalam rangka kerja sama dengan LDII.
Perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama Biro Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Lisdal) DPW LDII DIY dengan Biro Lisdal DPW LDII Jawa Timur.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta