
Sleman — Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW LDII DIY yang digelar Sabtu (26/4) berjalan lancar sesuai rencana, berikut testimoni beberapa peserta. Dalam penutupan kegiatan, Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D, IPU, menegaskan komitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari wilayah hingga kalurahan.
Atus menambahkan, dalam rangka nggayuh marang kasampurnan tersebut perlu dilakukan penjaminan mutu. “Peningkatan kemampuan SDM PC dan PAC menjadi prioritas, termasuk dalam komunikasi, kontribusi, administrasi, serta karya nyata bagi agama, bangsa, dan negara. Untuk itu, penjaminan mutu menjadi keniscayaan,” ujar Atus.
Rakorwil dihadiri oleh jajaran pengurus DPW, DPD, hingga PC dan PAC, baik secara luring di Studio Utama Masjid Al Fattah, Sleman, maupun secara daring dari studio mini di berbagai kapanewon se-DIY.
Para peserta memberikan testimoni positif terkait jalannya Rakorwil. Ketua DPD LDII Bantul, Nanang Dwi Antoro, S.I.P., menyatakan Rakorwil penting untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan menyelaraskan program kerja. “Rakorwil menjadi ajang evaluasi dan sinkronisasi langkah untuk mencapai visi misi organisasi. Pasca Rakorwil, kami akan menindaklanjutinya di tingkat kabupaten,” ungkapnya.
Ketua Pemuda LDII DIY, Qomarudin, S. E., juga mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada pemuda untuk terlibat langsung. “Kami banyak belajar dari pengelolaan organisasi tingkat provinsi, dan berharap dapat berkontribusi lebih aktif ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Ghafur Sriyanto, S.S. dari Biro Pendidikan Umum menilai Rakorwil menjadi momentum memperkuat sinergi lintas kepengurusan. “Rakorwil LDII DIY ini meninggalkan kesan yang positif dan inspiratif, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi, dan menggerakkan langkah bersama seluruh tingkatan kepengurusan demi kemajuan organisasi yang lebih baik,” ujarnya.
Fitri Anomsari, S.Sos, M.AB. Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga. “Rakorwil sebagai ajang diskusi dan sharing pengetahuan dan pengalaman telah membuka kesempatan bagi kami untuk memperluas jaringan dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga. Tanpa kolaborasi, organisasi sulit untuk mencapai tujuannya,” ungkap Fitri.
Dari aspek hukum, H. Rosyid Ichwanto, S.H., S. Sos., C. Med. selaku Kabiro Kumham DPW LDII DIY menyoroti materi tambahan terkait Peraturan Organisasi (PO) dan Monitoring-Evaluasi (Monev) yang dinilainya sangat menambah pemahaman berorganisasi sesuai regulasi.
Ketua DPD LDII Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, S. Pd., menyebut Rakorwil memperluas jaringan komunikasi antar pengurus dan meningkatkan kapabilitas organisasi di daerah. “Dengan Rakorwil ini, saya bisa berkomunikasi dengan pengurus lain, sehingga sedikit banyak tahu perkembangan organisasi. Selain itu dapat meningkatkan kapabilitas pengurus,” tegas Wahono.
Dengan berakhirnya Rakorwil ini, DPW LDII DIY optimistis mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput, dalam rangka menyukseskan program-program nasional LDII.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta