Seleksi Jogja Jambore Anak Sholeh 2022 Kalasan, Tidak Hanya Tentang Agama Tapi Juga Nasionalisme

Jogja Jambore Anak Sholeh
Proses registrasi peserta Jogja Jambore Anak Sholeh 2022 PPG Kalasan.

Sleman (3/10) – Penggerak Pembina Generus (PPG) Kalasan telah melaksanakan seleksi Jogja Jambore Anak Sholeh pada hari Minggu (2/10/2022). Acara tersebut dilaksanakan di kompleks Masjid Al Fattah Pundung Rejo, Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan.

Acara seleksi ini diadakan untuk menjaring peserta yang nantinya akan dipilih untuk mengikuti Jogja Jambore Anak Sholeh yang akan diadakan oleh DPD LDII Kabupaten Sleman melalui PPG Insan Prima pada pertengahan Oktober 2022. Peserta yang mengikuti seleksi tersebut mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.

Acara dibuka oleh Dewan Penasehat PC LDII Kapanewon Kalasan, Joko Mulyono. “Ketika mengikuti seleksi supaya memberikan usaha yang terbaik, adapun kalah dan menang sudah ada qodarnya, yang penting niat karena Allah SWT dan sudah memberikan yang terbaik,” pesannya.

Seleksi dibagi dalam beberapa musabaqoh dan lomba, di antaranya Musabaqah Tartil Quran, Musabaqoh Hifdzil Quran, Musabaqoh Adzan, Tausiah, Cerdas Cermat Agama (CCA), Syarh, Mewarnai dan Ranking 1. Ketika seleksi dimulai panitia menempatkan para peserta ke tempat masing-masing sesuai dengan musabaqahnya.

Jogja Jambore Anak Sholeh
Peserta seleksi Jogja Jambore Anak Sholeh PPG Kalasan.

Para peserta dan para orang tua yang mengantarkan peserta lomba tampak antusias dalam mengikuti lomba dan menonton acara yang sedang berlangsung. Acara lomba antar musabaqoh berlangsung kurang lebih 2 jam. Saat musabaqoh selesai, para peserta jenjang SMP diarahkan panitia untuk mengikuti lomba ranking 1 yang dilaksanakan di lantai 1 masjid. 

Bagi yang belum mengerti, mekanisme lomba ranking 1 ini adalah para peserta berkumpul di satu tempat dengan membawa spidol dan diberikan beberapa kertas lembar kosong oleh panitia. Kemudian MC memberikan pertanyaan-pertanyaan dan peserta menulis jawaban di kertas yang sudah disediakan dengan cepat, peserta yang menjawab salah gugur dan keluar dari arena, begitu terus hingga tersisa 1 peserta sebagai pemenang alias ranking 1. 

Poin yang menarik dari ranking 1 ini panitia tidak hanya memberikan pertanyaan mengenai agama, tetapi pertanyaan mengenai nasionalisme. Contoh pertanyaan seperti lagu yang dinyanyikan saat pengibaran bendera merah putih, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan lain sebagainya. Jadi para peserta diingatkan untuk mempunyai jiwa nasionalis disamping mempelajari agama. 

Acara terakhir adalah pengumuman lomba dari masing-masing musabaqoh, para pemenang masing-masing musabaqoh ini akan mewakili PPG Kalasan dalam Jambore Anak Sholeh yang diadakan oleh PPG Insan Prima. Acara Seleksi Jogja Jambore Anak Sholeh ini kemudian ditutup dengan doa oleh Ustadz Wardani. Panitia memotivasi para peserta yang lain yang belum diqodar menang agar tetap berusaha dan mencoba lagi di kesempatan yang berikutnya.

Check Also

Hari Santri Nasional

Peringati HSN, DPP LDII Ingatkan Peran Santri dan Adaptasi Zaman

Jakarta (24/10). Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN) untuk mengenang jasa para …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *