Singgih Tri Sulistyono: Membangun Kesadaran Maritim Indonesia Melalui Pendidikan dan Pengajian

Yogyakarta – Indonesia, sebagai negara kepulauan dan maritim, memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kedaulatan wilayahnya. Singgih Tri Sulistiyono, Ketua DPP LDII dan Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro, mengungkapkan bahwa Indonesia telah membuktikan keberaniannya dalam menyatakan wilayahnya sebagai satu kesatuan antara daratan dan lautan. Ini tercermin dalam Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957, yang menegaskan bahwa Indonesia adalah negara maritim yang menguasai baik daratan maupun lautan.

Singgih Tri Sulistyono Sebagai salah satu Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro, menjelaskan mengenai Indonesia sebagai negara maritim, memiliki potensi besar baik dari segi geografis maupun sumber daya alamnya.

Menurut Singgih, selama era kolonial dan awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi tantangan besar dengan wilayah yang terbagi oleh laut dan selat. Kapal-kapal asing dapat memasuki perairan Indonesia tanpa izin, yang mengancam kedaulatan negara. Namun, dengan adanya deklarasi tersebut, Indonesia semakin tegas dalam mengklaim wilayahnya sebagai satu kesatuan yang utuh.

LDII, sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak dalam dakwah, tetapi juga dalam pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan, turut berperan aktif dalam menyebarkan kesadaran tentang pentingnya kedaulatan maritim Indonesia. Singgih menekankan bahwa LDII sebagai ormas bisa memberikan kontribusi, baik melalui pendidikan formal maupun di pesantren, serta pengajian-pengajian untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kedaulatan laut Indonesia.

“Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari segi geografis maupun sumber daya alam. Pembangunan Indonesia harus didasarkan pada potensi ini agar negara dapat berkembang secara optimal,” ujar Singgih.

Pendidikan menjadi kunci dalam menumbuhkan semangat maritim di kalangan generasi muda. Singgih mengingatkan bahwa selain melalui pendidikan formal, pengajian di pondok pesantren dan majelis taklim dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan kedaulatan maritim.

Melalui media sosial dan media mainstream yang dikelola oleh LDII, generasi muda diharapkan dapat lebih aktif dalam menjaga dan mengembangkan potensi maritim Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat mempertahankan keutuhan nusantara dan berkembang sebagai negara maritim yang kuat.

 

Check Also

Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak pada saat Munas X LDII 2026

Wamen Haji Apresiasi LDII sebagai Organisasi Tertib dan Siap Dukung Program Nasional

Jakarta (9/4) — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai LDII sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *