
Sleman (24/10). Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari dakwah. Upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan tempat tinggal, kemudian diperluas menjadi gerakan bersama di pondok pesantren dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Atus pada kegiatan Akrab Muda 2026 di Kampung Proklim Utama Sangurejo, yang saat ini tengah menuju Proklim Lestari. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut menjadi kebanggaan bagi LDII DIY karena merupakan salah satu karya nyata dalam upaya dakwah melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Atus berharap mahasiswa baru khususnya generasi Z yang aktif menggunakan media sosial, turut menyebarluaskan praktik baik pengelolaan lingkungan. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyiarkan kepedulian terhadap lingkungan agar semakin banyak orang tergerak untuk menerapkannya.
“Kami berharap mereka turut menggaungkan ini sebagai bagian dari dakwah mereka, dari jemari mereka,” papar Atus.

Selain menyebarkan informasi, Atus menekankan pentingnya penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dapat memulainya dari kamar kos atau rumah masing-masing, misalnya dengan memilah sampah, menanam pohon atau tanaman dalam pot, serta menghemat dan memanfaatkan air dengan bijak.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian lingkungan yang lebih luas. Dengan memulai dari lingkup pribadi, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan baik secara konsisten sebelum mengajak lebih banyak orang untuk melakukan hal serupa.
Setelah berhasil menerapkannya di lingkungan masing-masing, Atus mendorong mahasiswa untuk memperluas gerakan tersebut ke lingkungan pondok pesantren, termasuk pondok pesantren mahasiswa. Dengan demikian, kepedulian lingkungan tidak berhenti sebagai kebiasaan individu, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan lebih banyak orang.
“Kalau sudah berhasil di lingkup sendiri, harapannya mereka bisa menerapkan di pondok pesantren dan lingkungan yang lebih luas,” tutup Atus.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari dakwah sekaligus amal jariah bagi mahasiswa. Di tengah kesibukan menyelesaikan pendidikan sarjana di Yogyakarta, mahasiswa tetap dapat berkontribusi melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta