LDII DIY Ajak Mahasiswa Baru Jadikan Kepedulian Lingkungan sebagai Gerakan Dakwah

LDII DIY
Ratusan mahasiswa baru LDII se-DIY berkumpul di Akrab Muda 2026 yang berlangsung di Kampung ProKlim Utama Sangurejo, Sabtu (23/10/2026).

Sleman (24/10). Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari dakwah. Upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan tempat tinggal, kemudian diperluas menjadi gerakan bersama di pondok pesantren dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Atus pada kegiatan Akrab Muda 2026 di Kampung Proklim Utama Sangurejo, yang saat ini tengah menuju Proklim Lestari. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut menjadi kebanggaan bagi LDII DIY karena merupakan salah satu karya nyata dalam upaya dakwah melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Atus berharap mahasiswa baru khususnya generasi Z yang aktif menggunakan media sosial, turut menyebarluaskan praktik baik pengelolaan lingkungan. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyiarkan kepedulian terhadap lingkungan agar semakin banyak orang tergerak untuk menerapkannya.

“Kami berharap mereka turut menggaungkan ini sebagai bagian dari dakwah mereka, dari jemari mereka,” papar Atus.

LDII DIY
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin saat memberikan pengarahan pada ratusan mahasiswa baru LDII se-DIY dari berbagai kampus di DIY.

Selain menyebarkan informasi, Atus menekankan pentingnya penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dapat memulainya dari kamar kos atau rumah masing-masing, misalnya dengan memilah sampah, menanam pohon atau tanaman dalam pot, serta menghemat dan memanfaatkan air dengan bijak.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian lingkungan yang lebih luas. Dengan memulai dari lingkup pribadi, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan baik secara konsisten sebelum mengajak lebih banyak orang untuk melakukan hal serupa.

Setelah berhasil menerapkannya di lingkungan masing-masing, Atus mendorong mahasiswa untuk memperluas gerakan tersebut ke lingkungan pondok pesantren, termasuk pondok pesantren mahasiswa. Dengan demikian, kepedulian lingkungan tidak berhenti sebagai kebiasaan individu, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan lebih banyak orang.

“Kalau sudah berhasil di lingkup sendiri, harapannya mereka bisa menerapkan di pondok pesantren dan lingkungan yang lebih luas,” tutup Atus.

Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari dakwah sekaligus amal jariah bagi mahasiswa. Di tengah kesibukan menyelesaikan pendidikan sarjana di Yogyakarta, mahasiswa tetap dapat berkontribusi melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

 

Check Also

Penyerahan piala Juara 1 Pidato PORSADIN VII DIY oleh Saeful Anwar, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta

Bawakan Tema Berbakti kepada Orang Tua, Santri MDT Al-Fattah Kadirojo Raih Juara 1 Pidato PORSADIN VII DIY

Yogyakarta (25/10) – Syaquila Ravabia Fakhurriza, siswi kelas III MDT Al Fattah Kadirojo 2, Purwomartani, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *